Reshuffle kabinet sendiri merupakan hak prerogatif presiden. Namun dampak viral dari reaksi digital pejabat yang terkena dampak menjadi fenomena baru dalam politik Indonesia.
Drama unfollow-refollow ini mungkin hanya berlangsung sebentar. Namun jejak digitalnya akan terekam dalam sejarah media sosial Indonesia. Sebuah pengingat bahwa di era digital, tidak ada yang benar-benar privat bagi figur publik.
Kini, mata publik tertuju pada langkah selanjutnya Budi Arie. Akankah ia kembali aktif dalam panggung politik atau memilih fokus pada sektor swasta? Jawaban itu mungkin juga akan terbaca dari aktivitas media sosialnya ke depan.