berita

BCA Mobile dan myBCA Kompak Error, Nasabah Banjir Keluhan di Senin Pagi

Senin, 29 September 2025 | 11:12 WIB
BCA Mobile dan myBCA error sejak subuh bikin nasabah chaos. Transaksi lumpuh, telat kerja, malu bayar makanan. BCA akhirnya buka suara.

Keluhan lain soal kebutuhan mendasar. "Token listrik rumah mau diisi malah error," tulis @ell********y di Instagram pukul 08.20 WIB. Token listrik bukan barang sekunder. Ini kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda.

Semua cerita itu punya benang merah sama. Gangguan teknis yang terkesan sepele bisa mengganggu seluruh aktivitas harian. Era digital memang efisien, tapi rapuh saat infrastruktur bermasalah.

  • Bagaimana Respons Resmi BCA?

Setelah berjam-jam hening, pihak BCA akhirnya angkat bicara. EVP Corporate Communication & Responsibility, Hera F. Haryn memberikan keterangan resmi. Nadanya penuh penyesalan.

"Saat ini, sistem sudah berangsur normal. Kami mengimbau nasabah untuk melakukan pengecekan secara berkala pada aplikasi myBCA dan BCA mobile," ujar Hera saat dihubungi wartawan pada Senin, 29 September 2025.

Kata "berangsur normal" menjadi kunci. Artinya belum sepenuhnya pulih 100%. Nasabah masih perlu bersabar. Cek aplikasi secara berkala jadi solusi sementara.

Yang menarik, Hera juga memberikan peringatan penting. Ia mengimbau nasabah berhati-hati terhadap modus penipuan. Modus yang mengatasnamakan BCA. Timing yang tepat untuk mengingatkan.

Gangguan sistem memang sering dimanfaatkan penipu. Mereka mengirim pesan palsu berkedok perbaikan sistem. Minta data pribadi atau PIN. Korban yang panik bisa saja terjebak.

Respons BCA kali ini relatif cepat dibanding insiden serupa di masa lalu. Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan. Meski nasabah kesal, komunikasi terbuka tetap diapresiasi.

  • Apakah Ini Pertama Kali?

Pertanyaan yang menggelitik muncul di benak publik. Apakah gangguan semacam ini baru pertama kali? Jawabannya: tidak juga. Industri perbankan digital memang tidak lepas dari insiden teknis.

BCA sebagai bank digital terbesar di Indonesia punya tanggung jawab besar. Jutaan nasabah menggantungkan aktivitas keuangan mereka setiap hari. Gangguan sekecil apa pun akan berefek domino.

Data historis menunjukkan beberapa bank besar pernah mengalami hal serupa. Namun frekuensi dan durasi menjadi pembeda. Gangguan yang terlalu sering akan mengikis kepercayaan publik.

Investasi infrastruktur digital menjadi krusial. Server yang kuat, backup sistem yang andal, dan tim IT yang responsif adalah keharusan. Bukan lagi pilihan.

  • Apa yang Bisa Dipelajari?

Insiden Senin pagi ini memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak. Pertama, diversifikasi metode pembayaran tetap penting. Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

Kedua, membawa uang tunai dalam jumlah tertentu masih relevan. Era digital bukan berarti cashless 100%. Cadangan tunai bisa jadi penyelamat di saat genting.

Ketiga, komunikasi krisis harus lebih cepat dan transparan. Nasabah butuh info real-time, bukan sekadar permohonan maaf setelah semuanya terlanjur kacau.

Halaman:

Tags

Terkini