DPR kini mendorong reformasi total. Setiap BUMN wajib punya studi kelayakan komprehensif. Audit proyek harus transparan. Akuntabilitas tidak bisa ditawar lagi.
Firnando menggunakan metafora menarik. "BUMN harus kurus tapi kuat." Bukan gemuk tapi lamban. Birokrasi menggelembung tanpa efisiensi hanya memboroskan sumber daya negara.
Program strategis tidak boleh jadi tameng. Tanpa akuntabilitas, proyek-proyek besar akan terus menjadi beban. Bukan aset produktif.
-
Danantara: Harapan Baru dengan Catatan Tebal
Pembentukan Danantara disambut beragam. Badan investasi BUMN ini dinilai strategis. Namun juga penuh risiko.
Firnando menyatakan dukungan bersyarat. "Saya mendukung Danantara," ujarnya. "Tapi dengan catatan tegas." Lembaga ini bisa memperkuat investasi negara.
Syaratnya? Tidak boleh jadi birokrasi gemuk baru. Tidak boleh dijadikan kantong politik. Profesionalisme dan transparansi menjadi kunci utama.
DPR akan mengawasi ketat. Arah investasi harus sejalan kepentingan nasional. Bukan melayani kepentingan kelompok tertentu. Atau individu berkuasa.
Danantara berpotensi besar. Bisa menjadi instrumen penggerak ekonomi. Atau malah jadi beban baru. Semuanya tergantung tata kelola.
-
Impor Murah: Ancaman Nyata Industri Nasional
Topik berikutnya lebih mengkhawatirkan. Serbuan impor dari Tiongkok dan Thailand mencekik industri lokal.
"Sangat serius dampaknya," tegas Firnando. Baja, semen, tekstil semuanya terdampak. Harga produk impor jauh di bawah biaya produksi domestik.
Bea masuk 0% memperparah situasi. Industri nasional tidak punya daya saing. Jika dibiarkan terus, industri bisa habis total.
Firnando meminta aturan lebih tegas. Impor hanya boleh masuk jika produksi lokal sudah terserap. Negara-negara maju melindungi industrinya. Mengapa Indonesia justru membiarkan industri lemah?
"Saya bukan anti pasar bebas," klarifikasi Firnando. "Tapi percaya proteksi pintar." Sektor strategis harus dilindungi negara.
Tanpa industri dasar kuat, kedaulatan ekonomi terancam. Indonesia hanya jadi pasar besar. Tanpa kapasitas produksi memadai.
-
Satgas Anti-Impor Ilegal: Efektif atau Sekadar Simbolis?
Pemerintah sudah membentuk Satgas lintas lembaga. Sebelas kementerian dan institusi terlibat. Tujuannya memberantas impor ilegal.