berita

Anak SD hingga Tunawisma Jadi Korban Judol, Ini Darurat Nasional!

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:55 WIB
Data Kejagung ungkap anak SD hingga tunawisma jadi korban judol. Cak Imin janji edukasi masif dan benahi regulasi. Ini langkahnya.

Sulawesitoday - Data mengejutkan terungkap. Anak-anak sekolah dasar sudah terjerat judi online. Bahkan tunawisma pun tak luput. Kejaksaan Agung merilis fakta memilukan ini Senin kemarin (27/10). Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin langsung bereaksi keras.

Koordinator Pemberdayaan Masyarakat itu menyebut situasi ini memprihatinkan. Bahkan sangat mendesak ditangani. "Soal judol ini memprihatinkan sekali," ujar Cak Imin tegas, Selasa (28/10/2025). Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri acara peringatan '1 Tahun Pemberdayaan Masyarakat'. Lokasinya di Menara Danareksa, Jakarta Pusat.

Data dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Asep Nana Mulyana memang bikin miris. Per 12 September 2025 tercatat. Pelaku judol bukan hanya orang dewasa. Anak-anak SD sudah ikut terlibat. Petani, murid, bahkan tunawisma mendominasi daftar korban. "Secara kasat mata memang menggiurkan," kata Asep menjelaskan fenomena ini.

  • Bagaimana Solusi yang Akan Ditempuh?

Cak Imin tidak main-main. Ia menawarkan solusi berlapis. Pertama, edukasi masif harus segera digulirkan. "Solusinya tentu pertama edukasi," tegasnya dengan nada penuh keyakinan. Kampanye anti-judol akan digerakkan ke seluruh lini masyarakat.

Lembaga pendidikan bakal dimobilisasi. Para tokoh agama akan dilibatkan aktif. "Mari kita gerakkan semua lembaga pendidikan," ajak Cak Imin. Tokoh-tokoh agama diminta lebih vokal lagi. Mereka harus menyuarakan bahaya judol dari mimbar hingga pengajian. Strategi ini diharapkan menyentuh berbagai kalangan. Terutama generasi muda yang rentan.

  • Apakah Regulasi Akan Diperketat?

Edukasi saja tak cukup menurutnya. Sistem legislasi harus dibenahi total. Aturan yang ada dinilai belum efektif membendung judol. "Mau nggak mau kita harus segera membenahi sistem legislasi," tegas mantan Ketum PKB itu. Ia berjanji akan koordinasi dengan Kementerian Koordinator lainnya.

Cak Imin akan mengecek progres regulasi. Apakah sudah dimulai atau belum. "Nanti akan kita cek dulu apakah sudah dimulai di beberapa Menko lainnya," jelasnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah menangani masalah judol. Bukan sekadar wacana belaka. Tapi aksi nyata yang terukur.

  • Siapa Saja Korban Judi Online?

Fakta di lapangan sungguh mengkhawatirkan. Kejagung mencatat spektrum korban judol sangat luas. Dari anak SD hingga orang dewasa. Dari pegawai hingga pengangguran. Bahkan tunawisma yang hidupnya serba kekurangan ikut terjerat. Data ini dirilis berdasarkan penanganan kasus hingga pertengahan September lalu.

"Para tunawisma juga mendominasi pelaku-pelaku judi online," ungkap Asep Nana Mulyana. Ironi yang sangat menyedihkan. Mereka yang seharusnya dibantu justru terperangkap dalam lingkaran setan perjudian. Janji keuntungan instan memang mudah menggoda. Apalagi bagi mereka yang ekonominya tertekan.

Dari segi pekerjaan, variasi pelaku judol sangat beragam. Petani yang seharusnya fokus di sawah malah sibuk betting online. Murid yang wajib belajar justru asyik taruhan. Fenomena ini menunjukkan betapa masifnya penetrasi judol ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak mengenal strata sosial maupun tingkat pendidikan.

  • Mengapa Judol Menyebar Begitu Cepat?

Jawabannya sederhana namun menyakitkan. Iming-iming keuntungan cepat terlalu menggoda. Platform judol dikemas sangat menarik. Aksesnya mudah lewat ponsel. Promosi gencar di media sosial. Bahkan influencer ikut mempromosikan tanpa malu. Kombinasi faktor ini menciptakan badai sempurna.

Anak-anak SD yang seharusnya bermain layangan kini sibuk dengan aplikasi judi. Mereka terpapar konten judol dari teman sebaya. Atau malah dari orang tua sendiri. Siklus ketagihan dimulai dari rasa penasaran. Lalu berubah jadi kecanduan yang sulit dihentikan. Edukasi literasi digital memang belum merata.

Baca Juga: Peringatan Keras! Kamboja Zona Merah Kerja WNI, 110 Orang Terjebak Scam

Tags

Terkini