• Selasa, 21 Juli 2026

Legislator Desak Usut Tuntas Tambang Ilegal Mandalika yang Libatkan WNA, Produksi Fantastis

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 27 Oktober 2025 | 18:48 WIB
KPK temukan tambang emas ilegal dekat Sirkuit Mandalika produksi 3 kg/hari. Dugaan libatkan WNA Cina. Legislator desak tindakan tegas.
KPK temukan tambang emas ilegal dekat Sirkuit Mandalika produksi 3 kg/hari. Dugaan libatkan WNA Cina. Legislator desak tindakan tegas.

Sulawesitoday - Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar praktik penambangan ilegal. Lokasinya mengejutkan banyak pihak. Hanya sejam berkendara dari Sirkuit Mandalika yang megah. Tambang gelap ini mampu memproduksi tiga kilogram emas dalam sehari.

Temuan mencengangkan itu diungkap Kepala Satuan Tugas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria. Investigasi bermula dari laporan pembakaran basecamp. Milik warga negara asing. "Ternyata bisa 3 kg emas satu hari. Hanya satu jam dari Mandalika," ungkap Dian di Gedung Merah Putih, Selasa 21 Oktober 2025 lalu. Beberapa orang di lokasi tak bisa berbahasa Indonesia sama sekali.

Aktivitas penambangan berlangsung terselubung. Jauh dari pengawasan aparat. Namun skalanya sangat masif untuk ukuran tambang gelap. Produksi harian mencapai tiga kilogram logam mulia. Angka yang fantastis. Nilai jutaan rupiah per hari menguap tanpa setoran negara.

Dugaan keterlibatan warga negara Cina semakin menguat. Basecamp yang terbakar menjadi titik awal penyingkapan. Tim KPK menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Komunikasi dengan pekerja sulit dilakukan. Bahasa Indonesia tak dipahami mereka. Indikasi kuat operasi dikendalikan jaringan asing.

Ironinya, tambang ilegal beroperasi di kawasan strategis nasional. Mandalika tengah didorong sebagai destinasi superprioritas. Sirkuit bertaraf internasional sudah berdiri megah. Pariwisata berkembang pesat. Namun praktik gelap merusak citra wilayah.

  • Siapa yang Bertanggung Jawab atas Operasi Ini?

Pertanyaan besar kini menggantung. Siapa aktor intelektual di balik jaringan ini? Legislator dari Dapil NTB, Lalu Hadrian Irfani, mendesak investigasi menyeluruh. "Aktivitas tambang ilegal seperti ini bukan hanya melanggar hukum," tegas Lalu dalam pernyataan resmi, Minggu 26 Oktober 2025. Kerusakan lingkungan mengancam masa depan ekonomi lokal.

Politisi PKB itu menyoroti keanehan situasi. Mandalika sedang diproyeksikan sebagai kawasan kelas dunia. Investasi besar mengalir ke sana. Namun di sekitarnya, tambang emas ilegal beroperasi bebas. "Kalau di sekitarnya ada aktivitas tambang emas ilegal, ini bisa merusak citra daerah," ujar Lalu dengan nada prihatin.

Keterlibatan pihak asing memperumit persoalan. Lalu menekankan pentingnya investigasi transparan. Koordinasi lintas lembaga mutlak dibutuhkan. Kepolisian, Kementerian ESDM, hingga Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat. "Kita harus pastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu," tegasnya dengan tegas.

Penindakan tidak boleh setengah hati. Pelaku lapangan memang harus ditangkap. Namun jaringan pendana dan otak operasi juga harus tersentuh. "Jika ada oknum yang membekingi, baik dari dalam maupun luar negeri, harus ditindak tegas," lanjut legislator tersebut. Penegakan hukum harus menyeluruh tanpa kompromi.

Kasus ini menyingkap celah pengawasan serius. Kawasan strategis nasional seharusnya dikawal ketat. Mandalika bukan sembarang tempat. Sirkuit berstandar MotoGP berdiri di sana. Investasi triliunan rupiah dikucurkan pemerintah. Namun tambang ilegal bisa beroperasi di dekatnya.

Masa depan Mandalika kini dipertaruhkan. Pariwisata dan investasi bisa terganggu. Citra internasional terancam rusak. Pemerintah dituntut bertindak cepat dan tegas. Jangan sampai emas yang dicuri hari ini meninggalkan luka permanen bagi destinasi wisata masa depan.

Operasi tambang ilegal ini bagai noda hitam di permukaan mutiara. Mandalika yang indah tercemar praktik gelap. Pertanyaan besarnya: berapa lama operasi ini berlangsung? Berapa banyak emas yang sudah dijarah? Dan yang terpenting, siapa sebenarnya dalang di balik semua ini?

Baca Juga: Purbaya Ancam Blacklist Seumur Hidup Pelaku Impor Balpres Ilegal

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini