berita

Ketum Projo Budi Arie Resmi Gabung Gerindra, Pengkhianatan atau Strategi Politik?

Minggu, 2 November 2025 | 19:36 WIB
Budi Arie Setiadi umumkan gabung Gerindra di Rakernas Projo. Pengkhianatan atau dukungan ke Prabowo-Gibran? Ini faktanya.

Sulawesitoday - Hotel Sahid Jakarta Pusat menjadi saksi. Minggu, 2 November 2025. Budi Arie Setiadi membuat pernyataan mengejutkan. Ketua Umum Projo itu mengumumkan niatnya. Bergabung dengan Partai Gerindra.

Pengumuman datang tak lama setelah kemenangannya. Ia baru terpilih kembali memimpin. Organisasi pendukung Presiden Jokowi itu. Periode 2025-2030. Dalam Rapat Kerja Nasional Projo, ratusan mata tertuju padanya. Suasana hening sesaat.

"Saya meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk saya bergabung ke Partai Gerindra," ucap Budi tegas. Kalimat itu langsung memecah keheningan. Tepuk tangan riuh mengiringi. Para pengurus dan anggota memberikan restu. Tanpa perdebatan berarti.

Budi kemudian menegaskan satu hal penting. Ia belum resmi jadi kader. Masih menunggu keputusan partai berlambang garuda itu. "Kan saya baru minta izin. Diizinkan enggak sama yang bergabung ke Partai Gerindra? Kan kita belum bergabung. Saya baru mau masuk," jelasnya dengan nada santai.

Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Budi sudah memikirkan matang-matang langkahnya. Dan internal Projo tampaknya sudah siap. Dengan arah politik baru ini.

Mengapa Budi Arie Pilih Gerindra?

Para anggota Projo memberikan mandat penuh. Kepada Budi Arie Setiadi. Untuk menentukan langkah strategis organisasi. "Ya, menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk mengambil langkah-langkah untuk bergabung dalam Partai Gerindra," ujar Budi di hadapan para kader.

Kepercayaan itu bukan main-main. Projo yang dibangun sejak era kampanye Jokowi. Kini membuka lembaran baru. Di bawah bendera Gerindra. Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Budi melihat ini sebagai langkah strategis. Bukan perpindahan loyalitas semata. Ia ingin memperkuat agenda politik pemerintah. Yang kini dipimpin Prabowo-Gibran. "Kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo," tegasnya saat Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Sabtu, 1 November 2025.

Ketika wartawan menanyakan kepastian pilihannya. Budi tak ragu menjawab. "Betul. Iya lah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di Kongres ketiga ini," ucap mantan Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih itu.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk dukungan. Terhadap stabilitas kepemimpinan nasional. Kesinambungan program pemerintah. Dan penguatan basis politik Presiden ke-8 Indonesia.

Apakah Ini Bentuk Pengkhianatan pada Jokowi?

Pertanyaan itu muncul di mana-mana. Publik bertanya-tanya. Apakah Budi Arie mengkhianati Jokowi? Organisasi yang ia pimpin lahir dari rahim pendukung Jokowi. Kini malah berlabuh ke Gerindra.

Budi Arie menepis anggapan itu dengan tegas. Ia bahkan terkesan emosional saat menanggapi. "Memang Pak Jokowi meninggalkan Pak Prabowo? Jangan di-framing, jangan diadu domba dong!" serunya.

Halaman:

Tags

Terkini