berita

Jonan Dipanggil ke Istana, Prabowo Tak Singgung Whoosh Sama Sekali

Senin, 3 November 2025 | 20:55 WIB
Jonan tegaskan pertemuan dengan Prabowo bukan bahas Whoosh. Sudah pensiun, tapi siap bila negara butuh. Apa yang sebenarnya didiskusikan?

Sulawesitoday - Ignasius Jonan melangkah keluar Istana Kepresidenan. Wajahnya tenang. Mantan Menteri Perhubungan itu baru saja menghabiskan waktu dua jam bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (3/11/2025). Publik langsung berspekulasi. Apakah pertemuan tertutup ini membahas nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang tengah disorot?

Pertanyaan itu dijawab Jonan dengan tegas. Singkat. Bahkan terkesan lugas. "Saya nggak tahu ya. Kalau soal Whoosh beliau nggak ada nanya ke saya pandangannya atau bagaimananya, nggak," ujar pria yang pernah memimpin PT KAI itu. Nada bicaranya datar. Tak ada kesan defensif. Justru terdengar santai.

Spekulasi memang wajar muncul. Jonan dikenal vokal soal proyek infrastruktur. Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dengan segala kontroversinya, pasti menarik perhatiannya. Namun kenyataan berkata lain. Prabowo sama sekali tidak meminta pandangan eks menterinya tentang proyek bernilai triliunan rupiah itu.

"Kan secara operasional bagus, kalau yang lain-lain, nggak. Tanya beliau sendiri deh. Kayak soal utangnya, dan lain-lain, nggak dibahas juga," tambah Jonan. Kalimatnya mengalir. Ada jeda di antara kata-katanya. Seolah memilih diksi dengan hati-hati.

Mengapa Jonan Enggan Bicara Soal Kereta Cepat?

Jonan punya alasan kuat. Dia sudah pensiun. Baginya, masa-masa berkutat dengan sektor transportasi tanah air sudah berlalu. Memberikan pendapat tentang proyek yang tengah berjalan? Bukan lagi urusannya.

"Saya sudah pensiun, nggak sampaikan pendapat lah. Saya masa ngasih komentar, kan udah pensiun," tegasnya. Jawaban ini seperti menutup rapat-rapat pintu spekulasi. Jonan tak ingin terseret dalam perdebatan teknis. Apalagi soal kebijakan yang bukan lagi tanggung jawabnya.

Sikap ini menarik dicermati. Seorang mantan pejabat tinggi yang memilih diam. Padahal pengalamannya di bidang transportasi tak perlu diragukan lagi. Namun Jonan tampak konsisten. Dia menghormati batasan. Tidak ingin mencampuri domain pemerintahan aktif.

Lalu, Apa yang Sebenarnya Dibahas di Istana?

Jonan membuka sedikit tirai pertemuan itu. Ternyata diskusinya jauh lebih luas. Bukan soal rel kereta atau utang proyek. Melainkan tentang program-program pemerintah secara menyeluruh.

"Kami sebenarnya memang minta waktu untuk sharing sebagai rakyat dan warga negara untuk berdiskusi tentang program yang dijalankan beliau," papar Jonan. Ada penekanan pada frasa "sebagai rakyat". Jonan ingin menegaskan posisinya. Dia datang bukan sebagai mantan menteri. Bukan sebagai pengamat infrastruktur. Melainkan sebagai warga negara biasa.

Prabowo, menurut Jonan, sangat terbuka. "Puji Tuhan, beliau mau mendengarkan dan diskusi dan menerima lah beberapa masukan," lanjutnya. Ada apresiasi dalam kalimat itu. Seorang presiden yang mau mendengar masukan dari rakyatnya. Bukankah ini yang diharapkan dalam demokrasi?

Program Apa yang Dipuji Jonan?

Jonan tak pelit pujian. Dia mengapresiasi beberapa langkah Prabowo yang dinilai progresif. Mulai dari peran aktif dalam diplomasi internasional, pengembangan BUMN, hingga program-program kerakyatan.

Halaman:

Tags

Terkini