Istana Negara kembali sunyi. Upacara usai. Tapi debat baru dimulai. Di warung kopi. Di kampus. Di media sosial. Indonesia terus berbicara tentang sejarahnya.
Sebab sejarah adalah cermin. Ia memantulkan siapa kita. Dari mana kita datang. Dan ke mana kita hendak melangkah.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah 1000 Banding 1, Bukan Lagi Soal Cetak Uang - Tapi Ubah Miliaran Baris Kode