Sulawesitoday - Sektor jasa boga kini punya komando baru. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) periode 2025-2030, Senin (17/11/2025) di lantai II Kantor Bupati. Pelantikan ini bukan sekadar ritual administratif. Ada harapan besar menggantung di pundak kepengurusan baru.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase lewat Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Ir. Lewis, menyampaikan selamat. Tapi ucapan itu datang dengan beban. "Amanah ini harus dijalankan profesional," tegas Lewis. Tanggung jawab besar menanti. Sektor kuliner Parigi Moutong butuh dorongan ekstra.
Parigi Moutong punya modal kuat. Kuliner beragam tersebar di setiap sudut. Hasil bumi melimpah. Produk UMKM terus tumbuh. Namun, pertanyaan krusial muncul: apakah potensi ini sudah dimaksimalkan? Belum sepenuhnya. Di situlah APJI diharapkan berperan.
Mengapa APJI Jadi Kunci Transformasi?
Lewis menjelaskan posisi strategis jasa boga. Sektor ini bukan sekadar soal makanan. Ia penggerak ekonomi daerah. Pencipta lapangan kerja. Bahkan, identitas kuliner bisa jadi daya tarik wisata. Potensinya besar, tapi eksekusinya masih butuh pengawalan.
"APJI harus jadi motor penggerak," ujar Lewis. Standar higienitas perlu ditingkatkan. Keamanan pangan harus ketat. Manajemen usaha mesti diperkuat. Inovasi produk tak boleh stagnan. Digitalisasi layanan sudah mendesak.
Keberadaan APJI dinilai krusial. Organisasi ini menaungi pelaku usaha jasa boga. Mereka butuh wadah kolektif. Bukan sekadar berkumpul, tapi bergerak bersama. Kualitas usaha harus naik. Daya saing perlu diasah. Target jelasnya: bersaing regional hingga nasional.
Empat Komitmen Marwa A.M Mahdang
Ketua DPC APJI Kabupaten Parigi Moutong yang baru dilantik, Marwa A.M Mahdang, sadar betul beratnya tugas. Ia terima amanah dengan rendah hati. "Ini bukan tugas ringan," akunya. Tapi dukungan pengurus dan anggota jadi modal utama.
Marwa melihat peluang besar. Sektor jasa boga tumbuh pesat. Kebutuhan layanan konsumsi meningkat tajam. Kegiatan pemerintahan butuh katering. Acara kelembagaan perlu jasa boga. Masyarakat umum makin sering pakai layanan ini.
Untuk menjawab peluang itu, Marwa paparkan empat komitmen besar. Pertama, tingkatkan profesionalisme dan standar layanan. Pelaku usaha harus lebih berkualitas. Kedua, perluas jejaring kerja sama. Pemerintah, lembaga, dan mitra usaha harus terhubung.
Ketiga, dorong pelatihan dan sertifikasi. Pembinaan usaha jadi prioritas. Anggota harus bisa bersaing sehat. Keempat, jadi organisasi aktif dan transparan. Manfaat nyata untuk anggota adalah tujuan utama.
Apa Dukungan Pemkab untuk APJI?
Lewis menegaskan komitmen pemkab. Dukungan akan terus mengalir. Ruang sinergi dibuka lebar. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat siap digulirkan. Pemerintah tak mau jalan sendiri.