Material longsor menutup puluhan titik jalan strategis. Distribusi bantuan terhambat. Akses logistik tersendat. BPBD bersama tim gabungan bekerja siang malam membersihkan longsoran tanah dan batu yang menumpuk hingga 3 meter di beberapa titik kritis.
"BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan material longsor serta menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak," ujar Abdul dengan nada optimis meski situasi masih genting.
Bantuan makanan darurat disalurkan bertahap. Prioritas utama diberikan kepada lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Hingga Rabu sore, tercatat 450 paket sembako dan 200 paket makanan siap saji telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian.
Mengapa DPR Soroti Pemulihan Infrastruktur?
Ketua DPR RI, Puan Maharani, angkat bicara. Dia mendesak pemulihan infrastruktur dilakukan segera dengan standar lebih tahan bencana. Dalam pernyataan resminya, Rabu, 26 November 2025, Puan menyoroti dampak sistemik dari terputusnya akses logistik.
"Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda," tegas Puan. Dia melihat dampak domino dari kerusakan jembatan—sekolah tutup, petani tak bisa mengangkut hasil panen, pelaku UMKM kehilangan jalur distribusi.
"Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil," imbuhnya dengan nada prihatin. Bantuan ekonomi harus masuk cepat karena aktivitas produktif bergantung pada transportasi.
DPR RI berjanji mengawal pemulihan hingga status tanggap darurat dicabut. "DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, setiap petani bisa angkut lagi hasil panen," tandas Puan dengan komitmen politik yang jelas.
Apakah Ada Risiko Bencana Susulan?
Ancaman belum berlalu. Banyak desa di lereng bukit dan daerah aliran sungai (DAS) masih rawan longsor susulan. Curah hujan tinggi diprediksi berlanjut hingga akhir November 2025 menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemerintah daerah melalui BPBD terus memperbarui data kerusakan. Kebutuhan mendesak kini meliputi logistik pangan, akses air bersih, penerangan darurat, dan rute darat alternatif untuk distribusi ekonomi lokal.
Warga di wilayah lereng diminta waspada. Siaga bencana harus ditingkatkan. Jalur evakuasi sementara telah disiapkan di titik-titik aman. Posko komando terus berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri, dan relawan untuk antisipasi maksimal.
Baca Juga: Prabowo Teken Surat Rehabilitasi 3 Eks Direksi ASDP, Kasus Rp1,25 Triliun Berakhir?