Sulawesitoday - Sebuah babak baru tertulis. Kamis 4 Desember 2025. Aula lantai dua gedung PLHUT Kemenag Parimo menyaksikan momen bersejarah. Seleksi rekrutmen Calon Petugas Haji 1447H/2026 M berlangsung perdana.
Ini pertama kalinya sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia. Transisi kelembagaan membuahkan format baru. Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu garda terdepan implementasi sistem rekrutmen mutakhir untuk mencetak pengelola ibadah haji profesional.
Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Parigi Moutong memimpin gelaran ini. Targetnya jelas: merekrut petugas untuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi tingkat kabupaten. Tiga pejabat kunci hadir. Kepala Kantor Kemenag Parimo H As'at Latopada. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Parimo Subhan Lapu. Serta Pengawas Rekrutmen dari Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Sulteng, H. Arifin.
-
Berapa Peserta yang Lolos Verifikasi?
Angka 22 muncul saat pendaftaran dibuka. Itulah jumlah total calon petugas yang mendaftar. Namun berkas berbicara lain. Verifikasi administrasi menyisir ketat. Hanya 19 peserta memenuhi syarat.
Tiga orang gugur. Berkas tidak lengkap. Subhan Lapu, Kepala Kantor Kemenag Haji dan Umroh Parimo, menjelaskan proses ini. "Seluruh berkas kami verifikasi ketat," ujarnya. "Sembilan belas orang berhak mengikuti ujian."
Peserta berasal dari dua kategori. Aparatur Sipil Negara Kemenag. Dan utusan organisasi kemasyarakatan. Keberagaman latar belakang ini menjadi kekuatan. Profesionalisme bertemu pengabdian.
Apa Sistem Seleksi yang Digunakan?
Computer Assisted Test (CAT). Itulah senjata andalan tahap pertama. Sistem ujian berbasis aplikasi android ini digunakan serentak se-Indonesia. Peserta menjawab soal melalui ponsel pintar mereka. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci.
"Peserta harus menjawab dengan baik, cepat, dan tepat," tegas Subhan. Penilaian mengombinasikan dua aspek. Hasil CAT dan portofolio. Objektifitas dijaga ketat. Transparansi menjadi prioritas utama.
Ujian digelar 4 Desember 2025. Pengumuman hasil dijadwalkan sehari kemudian. Tanggal 5 Desember menjadi hari penentuan. Peserta yang lolos akan melaju ke tahap kedua. Lokasi: Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulteng.
-
Mengapa Kemenag Masih Terlibat?
Pertanyaan ini menyimpan jawaban administratif rumit. Pengalihan tugas dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umroh telah berlangsung. Namun satuan kerja di daerah belum memiliki Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sendiri.
As'at Latopada mengungkap kondisi transisional ini. "Kami masih memerlukan dukungan alokasi anggaran dari Kemenag," jelasnya. Tanggung jawab operasional penyelenggaraan haji di daerah tetap melekat pada Kemenag. Hingga DIPA turun.
Situasi ini menciptakan sinergi unik. Dua kementerian bekerja bahu-membahu. Tujuannya satu: pelayanan haji optimal. Ego sektoral ditanggalkan. Kepentingan jamaah di atas segalanya.
-
Formasi Apa Saja yang Dibuka?
Tiga posisi strategis diperebutkan. Pertama, Pembimbing Ibadah Haji Kloter. Kuota: satu orang. Kedua, Ketua Kloter. Juga satu orang. Ketiga, PPIH Arab Saudi bidang Transportasi. Satu formasi tersedia.
Meski jumlah formasi terbatas, kompetisi ketat. Sembilan belas peserta bersaing untuk tiga kursi emas. Rasio persaingan mencapai 6:1. Setiap posisi menuntut kompetensi spesifik. Pembimbing ibadah butuh pengetahuan agama mendalam. Ketua kloter perlu jiwa kepemimpinan. Bidang transportasi menuntut kemampuan manajerial logistik.