Sulawesitoday - Amarah Presiden meledak. Prabowo Subianto tak main-main. Minggu malam, 7 Desember 2025, rapat terbatas di Aceh berubah tegang. Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini terancam dicopot. Alasannya? Berangkat umrah saat rakyatnya tertimpa bencana.
Instruksi tegas keluar. Mendagri Tito Karnavian langsung ditunjuk. Proses pencopotan harus segera jalan. Tak ada ampun untuk pemimpin yang "kabur" dari tanggung jawab.
Apresiasi dan Kemarahan dalam Satu Napas
Rapat dimulai dengan suasana hangat. Prabowo mengapresiasi para bupati hadir. Mereka yang tetap bertahan. Tetap mendampingi rakyat di tengah krisis.
"Terima kasih para bupati. Kalian terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih menghadapi kesulitan," ucap Prabowo di hadapan puluhan kepala daerah.
Namun angin berubah arah cepat. Perhatian beralih ke kursi kosong. Kursi yang seharusnya diisi Bupati Aceh Selatan. Mirwan MS tidak hadir. Kabarnya, ia sedang melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga.
Ketegangan mulai terasa. Para peserta rapat saling pandang. Mereka tahu apa yang akan terjadi. Prabowo dikenal tak tolerir pemimpin yang lari dari masalah.
Kenapa Prabowo Begitu Marah?
Pertanyaan ini terjawab dengan cepat. Bencana di Aceh Selatan bukan main-main. Ratusan warga mengungsi. Infrastruktur rusak parah. Akses ke beberapa desa terputus. Rakyat butuh pemimpin di lapangan. Bukan pemimpin yang ke tanah suci.
"Kalau yang mau lari, lari saja. Copot itu," kata Prabowo dengan nada yang menusuk. Ruangan seketika riuh. Beberapa peserta tertawa canggung. Yang lain terdiam meneguk ludah.
Prabowo kemudian menoleh ke Mendagri. "Mendagri bisa ya diproses? Hahaha. Bisa?" tanyanya. Tito Karnavian hanya mengangguk. Perintah presiden adalah perintah.
Dalam hitungan menit, nasib Mirwan MS tersemat jelas. Posisinya kini di ujung tanduk. Pencopotan tinggal menunggu waktu.
Analogi Desersi yang Menohok
Prabowo tak berhenti di situ. Mantan Panglima TNI ini menggunakan analogi militer. Analogi yang sangat familiar untuknya. "Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah, waduh nggak bisa itu," tegasnya dengan mimik serius.