berita

Banjir Rob Terjang 6 Desa Parigi Moutong Sulteng, BPBD Ungkap Penyebab Utama

Rabu, 10 Desember 2025 | 09:45 WIB
Enam desa di tiga kecamatan Parigi Moutong Sulteng terendam banjir rob. BPBD sebut ini kejadian berulang akibat air laut naik

Sulawesitoday - Air laut kembali mengamuk. Enam desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terendam banjir rob. Permukaan air laut meningkat drastis. Ratusan warga merasakan dampaknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat bergerak cepat. Namun, ada yang mengganjal. Ini bukan kali pertama.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menegaskan hal itu. "Rob adalah peristiwa berulang di sini," ujarnya, Senin (8/12). Ia mengaku pihaknya sudah melakukan penanganan lapangan. Tapi pertanyaannya: mengapa terus terjadi?

Wilayah terdampak tersebar luas. Tiga kecamatan jadi korban gelombang pasang ini. Kecamatan Moutong menjadi yang paling parah, dengan tiga desa terendam sekaligus—Desa Labuan, Desa Moutong Timur, dan Desa Moutong Barat. Semua dusun 1 di ketiga desa itu kini basah kuyup.

Di Kecamatan Tomini, nasib serupa menimpa Desa Tingulang dan Desa Tomini Barat. Sementara itu, Desa Palasa Tengah di Kecamatan Palasa juga tak luput dari genangan. Air laut seolah tak kenal ampun, merayap masuk pemukiman warga.

Apa Penyebab Utama Banjir Rob Kali Ini?

Rivai menjelaskan, penyebab utamanya jelas. Tinggi permukaan air laut meningkat signifikan. Fenomena ini dipicu oleh pasang air laut yang ekstrem. Cuaca buruk beberapa hari terakhir memperparah kondisi. Angin kencang dan gelombang tinggi menambah tekanan pada wilayah pesisir.

"Kami sudah antisipasi sejak awal," kata Rivai. Namun, antisipasi saja tak cukup. Infrastruktur tanggul di beberapa titik masih rentan. Belum lagi kesadaran warga yang kadang abai terhadap peringatan dini.

BPBD mencatat, kejadian serupa pernah terjadi beberapa bulan lalu. Bahkan setahun yang lalu, wilayah yang sama juga terendam. Pola ini menunjukkan masalah struktural yang belum terselesaikan. Apakah ini soal alam, atau kelalaian manusia?

Transisi dari musim ke musim membawa tantangan tersendiri. Wilayah pesisir Parigi Moutong memang rawan bencana serupa. Namun, frekuensi kejadian yang meningkat patut jadi perhatian serius. Pemerintah daerah harus bergerak lebih dari sekadar tanggap darurat.

Berapa Banyak Warga yang Terdampak?

Ratusan warga merasakan dampak langsung. Rumah-rumah terendam hingga setinggi lutut orang dewasa. Akses jalan terputus di beberapa titik. Aktivitas sehari-hari lumpuh total. Anak-anak tak bisa ke sekolah. Para pedagang kehilangan mata pencaharian sementara.

Data resmi BPBD masih terus diperbarui. Namun, estimasi awal menyebut lebih dari 300 kepala keluarga terdampak langsung. Angka ini bisa bertambah jika genangan meluas. Evakuasi sementara belum dilakukan karena air mulai surut perlahan.

Tim BPBD bersama Tagana turun langsung ke lapangan. Mereka membagikan bantuan logistik darurat—mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga obat-obatan. Beberapa titik pengungsian darurat disiapkan, meski belum semua warga bersedia mengungsi.

Halaman:

Tags

Terkini