berita

Seribu Relawan BUMN Dikerahkan, Danantara Buktikan Tanggung Jawab Kebangsaan di Tengah Bencana Sumatera

Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:16 WIB
Danantara dan BP BUMN kerahkan 1.066 relawan serta 109 armada truk bantuan kemanusiaan untuk penanganan bencana Sumatera dan Aceh

Pertanyaan ini penting dijawab. Bukan sekadar kewajiban korporasi. Bukan pula strategi pencitraan semata. Ini soal filosofi mendasar: perusahaan negara harus hadir saat rakyat membutuhkan.

"Kehadiran kami bukan sekadar pelengkap," Dony menegaskan kembali. Frasa ini diulang berkali-kali. Sengaja. Untuk menekankan esensi: BUMN punya tanggung jawab konstitusional kepada rakyat. Bencana jadi ujian nyata komitmen itu.

Sejak awal bencana terjadi, mobilisasi sudah dimulai. Tidak menunggu instruksi berlarut. Kesiapsiagaan jadi kunci. Pemantauan situasi dilakukan real-time. Perkembangan di lapangan terus diantisipasi.

Koordinasi dengan pemangku kepentingan berjalan intens. Pemerintah daerah jadi mitra utama. Penanganan darurat harus tertib. Pemulihan pascabencana butuh keberlanjutan. Semua ini memerlukan orkestasi yang presisi.

Apakah Ini Cukup untuk Pulihkan Kehidupan Korban?

Pertanyaan kritis ini wajar muncul. Angka 1.066 relawan terdengar besar. Armada 109 truk tampak impresif. Tapi apakah cukup untuk memulihkan kehidupan ribuan warga terdampak?

Jawabannya: ini baru langkah awal. Danantara dan BP BUMN sadar betul. Pemulihan bencana bukan sprint. Ini maraton panjang. Butuh komitmen berkelanjutan. Butuh empati konsisten. Butuh koordinasi yang tidak kendur.

Maka itu huntan 15.000 unit disiapkan. Layanan dasar dijaga tetap berjalan. Bantuan disalurkan bertahap sesuai kebutuhan. Relawan tidak datang sekali lalu pergi. Mereka hadir mendampingi proses pemulihan.

"Melayani rakyat bukan sekadar tugas," kata Dony menutup arahannya. Kalimat ini jadi manifesto. "Ini tanggung jawab dan pengabdian kepada sesama anak bangsa."

Baca Juga: Viral Video Kepala BGN Main Golf, Ternyata Galang Dana Korban Bencana Sumatera

Halaman:

Tags

Terkini