Sulawesitoday - Pedang keadilan kembali berayun tajam. Kamis, 18 Desember 2025, menjadi hari yang sangat panjang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamuk. Lembaga antirasuah ini mencetak "hattrick". Tiga wilayah diobrak-abrik sekaligus. Banten, Bekasi, hingga Kalimantan Selatan. Semua terjadi dalam satu hari. Ini adalah rekor penindakan. Sebuah pesan kuat bagi koruptor.
Tim bergerak sangat senyap. Penyelidikan tertutup dilakukan berbulan-bulan. Hasilnya, 25 orang terjaring. Mereka kini menghuni ruang periksa. Status hukum mereka segera ditentukan.
Siapa Saja yang Diamankan di Kalimantan Selatan?
Enam orang ditangkap di sana. Identitas mereka masih dirahasiakan petugas. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, bicara. Ia membenarkan adanya kegiatan tersebut. Tim masih bekerja di lapangan. "Benar, ada kegiatan di Kalsel," ujarnya. Penyelidkan ini masih terus berprogres. Belum ada rincian perkara pasti. Namun, enam orang sudah diamankan. Mereka dibawa ke Jakarta segera.
Berapa Total Jumlah Orang di OTT Bekasi dan Banten?
Skalanya jauh lebih besar lagi. Di Bekasi, 10 orang diciduk. Mereka diduga terlibat proyek basah. Sementara di Banten dan Jakarta, sembilan orang menyerah. Komposisinya cukup mengejutkan publik. Ada satu aparat penegak hukum. Dua orang merupakan penasihat hukum. Sisanya adalah enam pihak swasta.
Barang bukti uang turut disita. Jumlahnya mencapai Rp 900 juta. Uang tunai itu ditemukan petugas. Diduga kuat terkait praktik suap. "Uang itu bukti awal penting," tegas Budi. Total, 25 orang kini diperiksa intensif.
Secara historis, tahun 2025 cukup kelam. KPK sudah 11 kali OTT. Angka ini tergolong sangat tinggi. Korupsi infrastruktur masih mendominasi kasus. Pemerasan dan gratifikasi juga marak. Publik tentu merasa skeptis sekarang. Apakah penangkapan ini memberi jera? Ataukah sekadar seremoni angka semata?
Kita harus menunggu gelar perkara. Status tersangka akan segera diumumkan. Ini menyangkut marwah penegakan hukum. Jangan sampai keadilan hanya slogan. Rakyat butuh bukti nyata korupsi lenyap.
Namun, di balik ketegasan ini, ada cerita menarik. Para oknum ini seringkali licin. Tapi kali ini mereka apes. Sudahlah, ini rahasia kita saja dulu. Biarkan penyidik bekerja dengan tenang. Kita pantau terus ujung kasusnya. Semoga keadilan benar-benar tegak berdiri.
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Sindir Gibran soal Starlink: Harusnya Dibawa, Bukan Sekadar Janji
Artikel Terkait
Aksi Take Down Aplikasi Mata Elang Ilegal: Manang Soebeti Gandeng Pasukan Bayangan Digital
Tangkap Tangan Lima Orang di Banten, KPK Amankan Diduga Jaksa Disebut Terima Suap Urusan TKA
Vendor Teknologi Terancam Jadi Tersangka Korupsi Chromebook Kemendikbud
Kayu Banjir Jadi Rebutan, DPR Ingatkan: Ada Aturan Hukumnya!
Susi Pudjiastuti Sindir Gibran soal Starlink: Harusnya Dibawa, Bukan Sekadar Janji