Sulawesitoday - Aksi kolaboratif antara aparat dan warganet berhasil menutup sejumlah aplikasi mata elang yang diduga ilegal. Data debitur kendaraan menjadi perhatian utama.
Dunia maya tengah diramaikan. Seorang perwira polisi turun tangan. Manang Soebeti namanya. Akrab dipanggil Pak Bray oleh netizen. Ia memimpin gerakan penutupan aplikasi mata elang—atau matel dalam bahasa jalanan.
Aplikasi tersebut dinilai resahkan publik. Pasalnya, data debitur kendaraan tersebar bebas. Siapa saja bisa akses. Termasuk mereka yang berniat jahat.
Manang tak bergerak sendirian. Ia menggandeng netizen. Disebut "pasukan bayangan" dalam unggahannya. Mereka bergerak cepat, sistematis.
Mengapa Aplikasi Matel Jadi Sorotan?
Pertanyaan ini mengemuka belakangan. Aplikasi matel sejatinya digunakan debt collector. Mereka melacak kendaraan yang cicillannya macet. Tapi praktiknya jauh dari aturan.
Data pribadi pemilik kendaraan bocor. Alamat rumah tersebar. Nomor telepon diperjualbelikan. Bahkan pola kebiasaan debitur terekam detail.
Manang menemukan fakta mengejutkan. Melalui akun Instagram @manangsoebeti_official, Senin lalu—15 Desember 2025—ia ungkap temuannya. Sejumlah aplikasi matel beroperasi tanpa izin jelas.
"Halo Komdigi, siapa yang berwenang mengontrol aplikasi seperti ini?" tulisnya. Pertanyaan menohok. Langsung ke sasaran.
Ia lanjutkan dengan nada keheranan. "Apakah aplikasi ini legal atau ilegal? Sangat berbahaya data debitur kendaraan ada di sana semua."
Kekhawatiran Manang beralasan. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi baru saja berlaku. Namun implementasinya masih carut-marut. Celah pelanggaran menganga lebar.
Bagaimana Proses Take Down Dilakukan?
Aksi dimulai dari riset mendalam. Pasukan bayangan—sebutan untuk netizen yang turut membantu—mengidentifikasi aplikasi bermasalah. Mereka dokumentasikan bukti. Screenshot, video, hingga testimoni korban dikumpulkan.
Kamis, 18 Desember 2025, Manang umumkan kemenangan pertama. Aplikasi bernama "Super R4" berhasil ditumbangkan. Dalam percakapan yang diunggahnya, terlihat proses take down berjalan.
Artikel Terkait
1063 Tambang Ilegal Rugikan Negara Rp 300 Triliun, Prabowo Incar Jenderal Pelindungnya
Dewa Bantah Isu Pengaturan Alat Berat di PETI Lambunu, Sebut Foto Saat Evakuasi Bencana
Bonan Dolok Masih Terisolir, Warga Tempuh Perjalanan Ekstrem Demi Bantuan Logistik
Forum JPP Promedia dan Task Force ISI Ungkap Batasan Keterlibatan TNI dalam Penanganan Bencana Sumatera
Kepala BNN Suyudi Ario Seto: Tiga Bulan Memimpin, Langsung Beraksi Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp5 Triliun