Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto meradang. Kali ini bukan soal politik. Bukan pula urusan kabinet. Melainkan soal tambang gelap yang merajalela di seluruh nusantara.
Angkanya bikin ngilu. Ada 1.063 lokasi tambang ilegal tersebar di republik ini. Kerugian negara? Tembus Rp 300 triliun. Angka fantastis yang seharusnya masuk kas negara malah lenyap ditelan praktek gelap pertambangan.
Yang bikin Prabowo geram adalah temuan mengejutkan. Ada oknum pejabat tinggi yang jadi payung. Bahkan jenderal aktif dan purnawirawan TNI serta Polisi ikut bermain di bisnis haram ini. Mereka memberikan perlindungan, jadi bekingan para pengusaha tambang nakal.
"Saya beri peringatan tegas," ujar Prabowo lantang. Pidatonya di Sidang Tahunan MPR hari Jumat (15/8) di Gedung Parlemen Senayan menggema keras. "Entah jenderal TNI, Polisi, atau mantan jenderal sekalipun. Tidak ada alasan untuk lolos. Kami akan bertindak atas nama rakyat."
Ancaman itu bukan main-main. Prabowo yang pernah menjabat Menteri Pertahanan periode 2019-2024 paham betul seluk-beluk dunia militer. Dia tahu siapa saja yang bermain. Pengalaman puluhan tahun di dunia kemiliteran membuat Prabowo punya peta lengkap jaringan ini.
Gerindra Pun Tak Kebal Hukum?
Komitmen Prabowo tidak berhenti di petinggi militer. Ketua Umum Partai Gerindra ini bahkan berani ancam kadernya sendiri. Siapa pun yang terlibat dalam praktek kotor tambang ilegal akan berhadapan dengan hukum.
"Saya ingatkan semua anggota partai," kata Prabowo dengan nada dingin. "Termasuk partai saya, Gerindra. Kalau anda terlibat, jadi justice collaborator saja. Lapor dan bekerjasama dengan penyidik. Walaupun Gerindra, tidak akan saya lindungi."
Pernyataan ini cukup mengejutkan. Jarang ada pemimpin partai yang berani ancam kadernya di depan publik. Tapi Prabowo tampak serius kali ini. Tidak ada kompromi untuk urusan tambang gelap yang merugikan rakyat hingga ratusan triliun rupiah.
Langkah konkrit sudah dimulai. Prabowo mengaku telah berkomunikasi intens dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah diajak rapat. Agenda pembicaraan mereka? Memantau dan mengidentifikasi figur besar yang jadi dalang atau pelindung tambang ilegal.
Bagaimana Modus Operandi Tambang Gelap Ini?
Praktek tambang ilegal di Indonesia sudah seperti gurita. Tentakelnya menjalar ke mana-mana. Dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Modus operasinya hampir sama: cari lahan potensial, keruk habis isinya, tinggalkan lubang menganga.
Yang membuat tambang gelap susah diberantas adalah faktor backing. Tanpa perlindungan orang kuat, mustahil operasi sebesar ini berjalan lancar. Aparat yang seharusnya menindak malah jadi pengaman. Izin yang seharusnya tidak keluar malah diurus hingga tuntas.
Laporan yang diterima Prabowo cukup lengkap. Ada nama-nama besar yang disebut terlibat. Beberapa di antaranya jenderal bintang dua ke atas. Ada juga purnawirawan yang punya pengaruh kuat di daerah. Mereka menerima setoran rutin dari pengusaha tambang nakal sebagai imbalan perlindungan.
Artikel Terkait
Ketua Posko di Aceh Tolak Bantuan Beras, Minta Dialihkan ke Kampung yang Lebih Kelaparan
Kebun Musnah Dihantam Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Menangis: Bayar Sekolah Anak Tak Sanggup Lagi
Ditinggal Suami Hilang 20 Hari, Ibu di Aceh Utara Berjuang Sendirian di Tengah Reruntuhan
Pascabanjir Aceh Tengah, Panen Cabe Merah Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Bener Meriah
Ketua Koperasi Tombi Sebut Pungutan Rp10 Juta Per Talang di Tambang Emas Ilegal Itu Kesepakatan, Bukan Pungli