Tapi ada juga yang skeptis. Mereka menunggu aksi nyata, bukan retorika belaka. "Kalau cuma bilang doang mah gampang," tulis seorang netizen. "Kita lihat saja tiga bulan ke depan ada yang ditangkap atau enggak."
Pengamat politik dan hukum juga memberikan komentar beragam. Ada yang optimis, ada yang pesimis. Yang jelas semua sepakat bahwa tambang ilegal adalah masalah serius yang harus segera ditangani.
Ekonom senior mengingatkan, kerugian Rp 300 triliun itu bisa untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Bisa untuk subsidi pendidikan dan kesehatan. Bisa untuk mengangkat jutaan rakyat dari kemiskinan. Sayang sekali uang sebanyak itu malah masuk kantong segelintir orang.
Aktivis lingkungan juga bersuara. Mereka mendesak pemerintah tidak hanya fokus pada aspek ekonomi. Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal butuh perhatian serius. Rehabilitasi lahan bekas tambang perlu anggaran besar dan waktu puluhan tahun.
Artikel Terkait
Ketua Posko di Aceh Tolak Bantuan Beras, Minta Dialihkan ke Kampung yang Lebih Kelaparan
Kebun Musnah Dihantam Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Menangis: Bayar Sekolah Anak Tak Sanggup Lagi
Ditinggal Suami Hilang 20 Hari, Ibu di Aceh Utara Berjuang Sendirian di Tengah Reruntuhan
Pascabanjir Aceh Tengah, Panen Cabe Merah Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Bener Meriah
Ketua Koperasi Tombi Sebut Pungutan Rp10 Juta Per Talang di Tambang Emas Ilegal Itu Kesepakatan, Bukan Pungli