berita

Jenazah Perempuan Ditemukan di Perairan Labuan Bajo, Diduga Anak Pelatih Valencia CF

Senin, 29 Desember 2025 | 12:56 WIB
Tim SAR temukan jenazah perempuan di perairan Labuan Bajo. Diduga anak pelatih Valencia CF. 3 korban masih dicari.

Sulawesitoday - Operasi pencarian berbuah hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah perempuan di perairan Labuan Bajo, Senin pagi (29/12/2025). Penemuan terjadi sekitar pukul 06.05 WITA. Lokasinya, kurang lebih 1 mil laut dari titik tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Fathur Rahman angkat bicara. Kepala Kantor SAR Maumere yang juga SMC (SAR Mission Coordinator) ini mengkonfirmasi temuan tersebut. "Tim menerima informasi bahwa satu korban jenazah ditemukan," ujarnya dalam keterangan resmi. Jenazah langsung dievakuasi. Tim membawanya ke Pelabuhan Labuan Bajo, kemudian menuju RSUD Labuan Bajo untuk proses identifikasi.

Ini hari keempat pencarian. Operasi berlangsung intensif sejak insiden karamnya kapal wisata pada Jumat lalu (26/12/2025). Sehari sebelumnya, Minggu (28/12/2025), tim SAR sudah menemukan pelampung milik KM Putri Sakinah. Petunjuk pertama yang memberikan harapan.

Siapa Korban yang Belum Ditemukan?

Martin Carreras Fernando. Nama itu kini menjadi sorotan. Pria asal Spanyol ini adalah pelatih Tim B Wanita Valencia CF. Ia berlibur bersama keluarga ke Labuan Bajo. Tapi liburan berubah menjadi tragedi. Kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.

Total ada empat anggota keluarga Fernando yang jatuh ke laut. Martin sendiri dan tiga anaknya. Istri Fernando dan satu anaknya selamat. Mereka beruntung bisa diselamatkan bersama empat anak buah kapal (ABK) dan seorang pemandu wisata. Total tujuh orang selamat dari insiden tersebut.

Jenazah yang ditemukan Senin pagi diduga salah satu dari tiga anak Fernando. Tapi identifikasi masih berlangsung. Keluarga menunggu kepastian. Tiga korban lainnya—termasuk Martin—masih dalam pencarian.

Bagaimana Kronologi Kapal Tenggelam?

KM Putri Sakinah mengangkut 11 orang. Kapal wisata ini berlayar di perairan yang seharusnya aman. Namun cuaca berubah drastis. Ombak mencapai ketinggian 1,5 meter. Mesin kapal tiba-tiba mati. Tanpa tenaga penggerak, kapal tak berdaya melawan ganas nya ombak.

Insiden terjadi Jumat sore, 26 Desember 2025. Tepat di Boxing Day. Hari yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah kelam. Lokasi tenggelamnya kapal berada di Selat Pulau Padar. Area ini masuk kawasan Taman Nasional Komodo, salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Ketika kapal mulai tenggelam, kepanikan merebak. Tujuh orang berhasil diselamatkan. Empat lainnya jatuh ke laut. Arus kuat menyeret mereka. Tim SAR langsung dimobilisasi. Operasi pencarian dimulai hari itu juga.

Berapa Lama Operasi Pencarian Berlangsung?

Standar Operasional Prosedur (SOP) mengatur jelas. Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari. Tim SAR akan melakukan evaluasi berkala. Keputusan berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Hari ini sudah hari keempat. Satu jenazah ditemukan. Tiga korban masih hilang. Harapan masih ada, meski waktu terus berjalan. Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur. Basarnas, TNI AL, Polairud, dan relawan lokal bergabung. Mereka menyisir perairan dengan cermat.

Halaman:

Tags

Terkini