Sulawesitoday - Lorong sempit itu menjadi saksi bisu. Api melahap habis Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara. Minggu (28/12/2025) malam, 16 penghuni lansia tewas terbakar. Mereka terjebak dalam bangunan tua yang berdiri sejak era 1970-an.
Kobaran api membesar cepat. Petugas pemadam kesulitan masuk. Gang hanya muat satu mobil. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Jemmy Rotinsulu, mengakui hambatan itu nyata. "Kami memang agak kesulitan mengendalikan kobaran api," ujarnya Senin (29/12/2025).
Puluhan warga memadati lorong. Mereka datang pagi itu. Polda Sulut mulai identifikasi korban. Suasana mencekam menyelimuti kawasan.
Mengapa Evakuasi Korban Begitu Sulit?
Panti itu punya masalah struktural. Lokasi di jalan buntu. Tebing tinggi di bagian atas. Beberapa rumah warga berjejer rapat. Pagar tembok dan kawat berduri mengurung bangunan. "Panti dengan pagar tembok dan kawat berduri memang membuat proses evakuasi cukup sulit," kata seorang warga yang membantu evakuasi.
Yang lebih parah lagi? Tidak ada jalur darurat. Para lansia seolah terkurung. Bangunan tua itu menjadi perangkap maut ketika api datang.
Warga setempat sudah tahu kondisi itu. Mereka sering melintas di gang sempit itu. Tapi tak ada yang menduga tragedi ini bakal terjadi.
Siapa Pendiri Panti Werdha Damai?
Ketua Panti Werdha Damai Manado, Olva Sumual, menceritakan sejarah panti. Bangunan ini berdiri tahun 1970-an. Pendirinya bernama Gertruida. "Dia orang Indonesia tapi namanya mirip Belanda," tutur Olva.
Nama Gertruida dianggap susah disebut. Para pekerja sosial mengusulkan perubahan. Maka lahirlah nama "Panti Werdha Damai Manado". Lebih sederhana dan mudah diingat.
Ada 20 kamar di panti tersebut. Menampung 35 penghuni lansia. Dua bangunan tambahan di bagian belakang. Malam nahas itu, 31 penghuni berada di dalam. Empat lansia lain sedang merayakan Natal bersama keluarga.
Penghuni yang selamat dievakuasi warga. Mereka keluar lewat jalur belakang. Ada juga yang dipanjat dari pagar. Namun 16 orang tidak beruntung.
"Di antara penghuni panti, ada yang masih punya keluarga dan ada yang sudah yatim," kata Olva. Pihaknya sudah memberitahu keluarga masing-masing.
Apakah Pemkot Manado Lakukan Pengawasan?