Benar juga.
Di Colosseum kemarin, lampu-lampu klub mungkin tetap sama. Tapi suasananya beda. Ada refleksi spiritual di sana. Setidaknya untuk satu malam, ruang hiburan itu berubah jadi ruang sujud.
Dakwah itu memang harusnya merangkul, bukan memukul. Mendatangi, bukan sekadar menanti.
Gus Miftah sudah membuktikannya lagi. Ia kembali ke jalurnya yang asli. Jalur "kaum marjinal".
Prabowo Lantik Raffi Ahmad, Gus Miftah, dan 25 Lainnya: Siap Atasi Tantangan Nasional!