Sulawesitoday - Dunia ini memang sudah gila informasi. Bahkan seorang Presiden pun tidak bisa lepas dari jeratnya. Prabowo Subianto terang-terangan mengakuinya. Publik kini tahu: Presiden RI itu seorang news junkie. Pecandu berita.
Penyakit pecandu ini kambuhnya tidak kenal waktu. Biasanya saat orang lain masih terlelap dalam mimpi yang paling nyenyak.
“Jam tiga saya bangun, saya buka YouTube,” kata Prabowo dalam bincang santai "Presiden Prabowo Menjawab", Kamis (19/3).
Mengapa jam tiga? Itulah seninya memantau dunia. Saat Jakarta masih gelap gulita, di Washington DC sana matahari baru saja bergeser ke arah ashar. Pukul tiga sore.
Jika Presiden Joe Biden baru saja berucap satu patah kata di podium Gedung Putih, Prabowo sudah menyantapnya di atas kasur. Begitu fajar menyingsing dan jadwal pidato tiba pukul sembilan pagi, naskah sudah di tangan. Isinya sudah paling mutakhir.
“Waktu saya jam sembilan sepuluh pidato, saya yang pertama menyampaikan tanggapan terhadap pidatonya Biden,” jelasnya.
Teknologi memang mengubah segalanya. Dulu, informasi butuh waktu untuk menyeberangi samudera. Sekarang, YouTube memangkas jarak itu menjadi nol detik. Prabowo sadar betul, memimpin negara sebesar Indonesia di tengah dinamika global yang lari kencang tidak bisa sambil ongkang-ongkang kaki. Harus up to date.
Tapi, bagaimana dengan urusan istirahat? Bukankah tubuh punya batas?
Rizal Mallarangeng sempat memancing dengan kisah tokoh dunia. Winston Churchill punya hobi melukis dan memberi makan angsa di sela perang. Ronald Reagan punya ritual tidur siang dan baca komik. Bagaimana dengan Prabowo?
Jawabannya ternyata sederhana: Ilmu tentara.
Prabowo tidak butuh kasur empuk dengan keheningan total untuk memejamkan mata. Di dalam mobil yang berguncang, ia bisa lelap. Di dalam helikopter yang bising, ia bisa mendengkur. Bahkan di bangku pesawat sekalipun.
Prabowo punya metode recharge yang efisien. Jika ada jeda 15 menit di antara dua pertemuan, itulah waktu emasnya.
“Bagi saya 15 menit ngecharge gitu loh, apalagi 20 menit. Idealnya sebenarnya 30 menit,” ungkapnya.
Tidur sekejap, lalu bangun dengan baterai penuh. Setelah itu, kembali memantau layar. Kembali melihat apa yang sedang terjadi di Timur Tengah atau Amerika.