Sulawesitoday - Puskesmas Banggae 1 Majene tidak sekadar menutup pintu untuk libur lebaran. Seluruh jajarannya memilih momen Idul Fitri 1447 H ini untuk menyampaikan pesan — bukan hanya ucapan selamat, tapi juga peringatan yang datang dari perspektif medis.
Kepala Puskesmas Banggae 1, dr.Hj.Surijanti Jaddu, menyampaikan salam kemenangan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majene, khususnya warga di wilayah kerja Kecamatan Banggae.
"Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali kepada kesucian dan senantiasa diberikan keberkahan," sebutnya, Kamis 19 Maret 2026.
Tapi kalimat berikutnya yang keluar dari mulutnya justru lebih mengejutkan. Ia bicara tentang tubuh.
Selama sebulan penuh, jutaan orang Indonesia menjalani puasa. Tubuh beristirahat dari ritme makan yang selama ini kerap berlebihan. Sistem pencernaan mendapat jeda. Lemak jahat perlahan luruh. Fungsi jantung membaik. Itu bukan klaim rohaniawan — itu fakta medis yang sudah lama dikonfirmasi oleh literatur kesehatan dunia.
"Selama sebulan penuh, puasa telah membantu tubuh kita melakukan detoksifikasi alami dan mengistirahatkan sistem pencernaan. Ini adalah modal awal yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta fungsi metabolisme kita ke depannya," jelas Kepala Puskesmas.
Modal itu, katanya, bisa lenyap dalam hitungan hari — bahkan jam. Ketupat, opor ayam, rendang, kue kering berlapis-lapis. Meja makan saat lebaran bukan sekadar hidangan, ia adalah ujian.
Transisi dari pola makan saat puasa ke pola makan normal yang tiba-tiba longgar adalah jebakan klasik. Setiap tahun, angka kunjungan ke puskesmas pasca-lebaran meningkat. Keluhan yang paling sering? Gangguan pencernaan.
"Mari kita rayakan kemenangan ini dengan tetap mengutamakan pola hidup sehat. Manfaat kesehatan dari puasa seperti penurunan kadar lemak jahat dan peningkatan fungsi jantung akan sia-sia jika kita tidak menjaga asupan makanan di hari raya," tambahnya.
Pesan itu sederhana tapi tajam. Visi Puskesmas Banggae 1 bukan hanya mengobati yang sakit — melainkan menjaga yang sehat agar tidak jatuh sakit. Dan di hari raya seperti ini, tugas itu justru makin berat.
Puskesmas yang bernaung di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Majene ini dikenal sebagai salah satu fasilitas kesehatan dasar terbaik di Sulawesi Barat. Komitmennya: pelayanan prima tidak berhenti di kalender merah. Selama masa libur lebaran pun, masyarakat Majene tetap bisa mengandalkan layanan kesehatan dari Puskesmas Banggae 1.
Selamat Idul Fitri 1447 H. Rayakan dengan sepenuh hati — tapi jangan lupa, tubuh juga ikut berlebaran. Perlakukan ia dengan layak.
IGD Tetap Buka 24 Jam, Poliklinik RSUD Majene Tutup Selama Lebaran
Artikel Terkait
Logika Pelayanan Bupati Majene, Rakyat Kecil Tak Boleh Lagi Merasa Dianaktirikan
Bendi Wisata Majene, Warisan Mandar Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Baru
Ramadhan di Pabesoang, Kadinsos Najibah Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan Warga Rentan Majene
IGD Tetap Buka 24 Jam, Poliklinik RSUD Majene Tutup Selama Lebaran
Sat Binmas Polres Majene Turun ke Bengkel, Minta Stop Pasang Knalpot Brong