• Senin, 20 Juli 2026

Logika Pelayanan Bupati Majene, Rakyat Kecil Tak Boleh Lagi Merasa Dianaktirikan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 17 Maret 2026 | 13:34 WIB
Bupati Majene tegaskan pelayanan publik harus menyentuh rakyat kecil. Bukan sekadar birokrasi, tapi soal empati, bantuan sosial, dan keadilan nyata.
Bupati Majene tegaskan pelayanan publik harus menyentuh rakyat kecil. Bukan sekadar birokrasi, tapi soal empati, bantuan sosial, dan keadilan nyata.

Sulawesitoday - Ini bukan soal angka-angka pertumbuhan ekonomi yang rumit. Bukan pula soal deretan proyek beton yang mentereng.

Bagi Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri Tammalele, urusan memimpin daerah ternyata jauh lebih sederhana sekaligus lebih berat: soal hati. Soal bagaimana rakyat kecil—mereka yang di ujung gang atau di pelosok desa—bisa merasakan bahwa pemerintah itu ada.

Kalimatnya lugas. Tidak bersayap.

"Pemerintah tidak boleh memilih dalam memberikan pelayanan," tegas Bupati di sebuah kesempatan.

Logika kepemimpinannya jelas. Birokrasi itu bukan sekadar mesin stempel. Bukan sekadar tumpukan kertas laporan yang rapi di atas meja. Tugas pemimpin, menurutnya, adalah memastikan roda birokrasi itu berputar ke arah yang benar: ke arah warga yang selama ini kurang mampu.

Maka, perintah untuk para bawahannya pun tajam. Tidak boleh ada lagi pelayanan yang lamban. Tidak boleh ada lagi sikap yang kaku. ASN di Majene diminta untuk punya satu senjata tambahan dalam bekerja: empati.

"Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan bantuan, terlebih bagi mereka yang kurang mampu," tambahnya.

Melampaui Infrastruktur

Bupati sepertinya sadar betul. Membangun jalan itu penting. Membangun gedung itu perlu. Tapi, membangun rasa keadilan itu jauh lebih mendesak.

Itulah mengapa program sosial kini menjadi ujung tombak. Mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Sasarannya satu: mereka yang selama ini nyaris tak terdengar suaranya.

Baginya, ukuran sukses sebuah daerah tidak bisa hanya dilihat dari megahnya gedung pemerintahan. Keberhasilan yang hakiki adalah saat rakyat kecil tidak lagi merasa dianaktirikan oleh negara.

"Pemerintah hadir untuk semua. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa ditinggalkan," kata Bupati dengan nada yang dalam.

Sebuah komitmen yang terdengar sederhana di telinga, namun butuh napas panjang untuk mewujudkannya. Di Majene, ikhtiar itu sedang dijalankan. Dengan sungguh-sungguh.

Pelayanan Adminduk Majene Kembali Pulih Usai Sempat Disorot Mahasiswa Unsulbar

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini