• Senin, 20 Juli 2026

Gerakan Takjil SD 6 Majene, Bukan Sekadar Manis Tapi Soal Empati Siswa

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:35 WIB
SD 6 Kampung Baru Majene tanamkan nilai berbagi lewat pembagian takjil sukarela dari guru & orang tua untuk siswa, panti asuhan, dan rumah Qur'an.
SD 6 Kampung Baru Majene tanamkan nilai berbagi lewat pembagian takjil sukarela dari guru & orang tua untuk siswa, panti asuhan, dan rumah Qur'an.

Sulawesitoday - Bulan suci memang selalu punya cara sendiri untuk mengetuk hati. Di Majene, tepatnya di SD 6 Kampung Baru, keriuhan itu bukan karena urusan nilai matematika atau hafalan perkalian. Sabtu, 14 Maret 2026, suasananya beda. Lebih sejuk. Lebih penuh makna.

Sekolah itu menggelar aksi berbagi takjil. Sederhana, tapi mendalam.

Pelajaran di Luar Kelas

Biasanya, siswa belajar empatii dari buku teks. Di sini, mereka mempraktikkannya. Guru, staf, hingga orang tua siswa bahu-membahu. Ada yang menyiapkan kudapan ringan, ada yang mengemas minuman segar. Semua bergerak atas nama kesukarelaan.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di kalangan siswa," ungkap Nurdina, S.Pd, Kepala SD 6 Majene di sela kesibukan acara. Beliau ingin siswanya paham: agama bukan hanya soal ritual, tapi juga soal kepedulian sosial.

Aksi ini tidak hanya berpusat di gerbang sekolah. Jangkauannya meluas. Ada tiga titik sasaran utama:

  • Lingkungan SD 6 Kampung Baru.
  • Panti Asuhan Tunda.
  • Rumah Qur’an.

Kekuatan Gotong Royong

Dari mana biayanya? Itulah hebatnya kekuatan komunitas. Tidak ada paksaan. Dana terkumpul dari kantong-kantong sukarela para guru dan dukungan orang tua. Sebuah kolaborasi yang cantik antara sekolah dan keluarga.

Kegiatan ini pun bukan barang baru. Sudah jadi tradisi tahunan. Menjadi bagian dari kurikulum "tak tertulis" untuk membentuk karakter religius anak didik.

"Kami ingin mereka belajar bahwa berbagii itu merupakan bagian penting dari nilai-nilai keagamaan dan sosial," tambah sang kepala sekolah.

Bukan Sekadar Takjil

Lihatlah wajah-wajah siswa itu. Antusias. Ceria. Ada kebanggaan tersendiri saat menerima bungkusan takjil bersama kawan-kawan di sekolah. Tapi di balik keriuhan itu, ada agenda besar yang sedang berjalan.

Selain bagi-bagi makanan, Ramadhan di sekolah ini juga diisi dengan:

  • Tadarus Al-Qur’an berjamaah.
  • Ceramah agama yang meneduhkan.
  • Program hafalan Al-Qur’an.
  • Pembinaan karakter Islami.

Harapannya jelas. Sekolah ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara kognitif, tapi juga punya hati yang lembut. Generasi yang tahu bahwa di dalam rezeki yang mereka miliki, ada hak orang lain yang perlu disalurkan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini