Sulawesitoday - Bulan suci memang selalu punya cara sendiri untuk mengetuk hati. Di Majene, tepatnya di SD 6 Kampung Baru, keriuhan itu bukan karena urusan nilai matematika atau hafalan perkalian. Sabtu, 14 Maret 2026, suasananya beda. Lebih sejuk. Lebih penuh makna.
Sekolah itu menggelar aksi berbagi takjil. Sederhana, tapi mendalam.
Pelajaran di Luar Kelas
Biasanya, siswa belajar empatii dari buku teks. Di sini, mereka mempraktikkannya. Guru, staf, hingga orang tua siswa bahu-membahu. Ada yang menyiapkan kudapan ringan, ada yang mengemas minuman segar. Semua bergerak atas nama kesukarelaan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di kalangan siswa," ungkap Nurdina, S.Pd, Kepala SD 6 Majene di sela kesibukan acara. Beliau ingin siswanya paham: agama bukan hanya soal ritual, tapi juga soal kepedulian sosial.
Aksi ini tidak hanya berpusat di gerbang sekolah. Jangkauannya meluas. Ada tiga titik sasaran utama:
- Lingkungan SD 6 Kampung Baru.
- Panti Asuhan Tunda.
- Rumah Qur’an.
Kekuatan Gotong Royong
Dari mana biayanya? Itulah hebatnya kekuatan komunitas. Tidak ada paksaan. Dana terkumpul dari kantong-kantong sukarela para guru dan dukungan orang tua. Sebuah kolaborasi yang cantik antara sekolah dan keluarga.
Kegiatan ini pun bukan barang baru. Sudah jadi tradisi tahunan. Menjadi bagian dari kurikulum "tak tertulis" untuk membentuk karakter religius anak didik.
"Kami ingin mereka belajar bahwa berbagii itu merupakan bagian penting dari nilai-nilai keagamaan dan sosial," tambah sang kepala sekolah.
Bukan Sekadar Takjil
Lihatlah wajah-wajah siswa itu. Antusias. Ceria. Ada kebanggaan tersendiri saat menerima bungkusan takjil bersama kawan-kawan di sekolah. Tapi di balik keriuhan itu, ada agenda besar yang sedang berjalan.
Selain bagi-bagi makanan, Ramadhan di sekolah ini juga diisi dengan:
- Tadarus Al-Qur’an berjamaah.
- Ceramah agama yang meneduhkan.
- Program hafalan Al-Qur’an.
- Pembinaan karakter Islami.
Harapannya jelas. Sekolah ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara kognitif, tapi juga punya hati yang lembut. Generasi yang tahu bahwa di dalam rezeki yang mereka miliki, ada hak orang lain yang perlu disalurkan.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Kenyang, SPPG Tammerodo Jaga Mutu MBG untuk Siswa di Tammerodo Sendana
Dua Nelayan Bantaya Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Gabungan Turun Mencari
Hapus Sekat di Kominfo, Bupati AST Minta Wartawan Majene Tidak Dibeda-bedakan
Tak Perlu Kapsul Waktu, Cukup Google Maps untuk Melihat Kenangan Lama
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Felix Siauw dan Rocky Gerung Desak Polisi Usut Aktor Intelektual