"Saya pikir itu akan terjadi," tegasnya.
Dua pernyataan dalam satu napas. Optimisme sekaligus ancaman. Itulah gaya Trump.
Sementara itu, kapal-kapal tanker yang bergantung pada Selat Hormuz — jalur yang mengangkut hampir seperlima pasokan minyak dunia — kini kembali terpaksa menunggu. Entah sampai kapan.
Dibuka pagi. Ditutup sore. Dan dunia pun menahan napas lagi.
Hormuz Memanas, Indonesia hingga Filipina Berebut Pasokan Minyak Rusia