Sulawesitoday - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menantang media massa membeberkan praktik lancung dalam birokrasi pertambangan di wilayahnya.
Langkah tidak biasa ini menyusul sorotan tajam publik atas terbitnya empat dokumen rencana kerja operasional tambang batuan.
Anwar berang karena mencium gelagat anak buahnya di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang hobi menerbitkan izin dari balik meja.
Baca Juga: Viral Lapak Sarapan MBG Jual Sushi Mentai Lima Ribuan Pakai Slogan Kocak Solusi Perut Gawat
"Tulis saja besar-besar jika ada dugaan kongkalikong," ujar mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.
Anwar mengingatkan dokumen administrasi pertambangan tidak boleh terbit sebelum petugas memeriksa langsung kondisi fisik di lapangan.
Dia tidak ingin aparatur sipil negara mengabaikan kelestarian alam demi mempermudah urusan para pengusaha.
Maraknya aktivitas tambang galian C saat ini telah memicu kerusakan lingkungan yang parah pada sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.
Gubernur mengendus aroma kongkalikong jika ada izin lolos tanpa melalui prosedur peninjauan fisik.
Isu miring ini memuncak saat beredar kabar yang menyebutkan lingkaran dekat Gubernur ikut mengurus dokumen tambang.
Baca Juga: Diduga Sengaja Bakar Ban Bekas di Lahan Kosong, Warga Tatanga Palu Sempat Mengira Kebakaran Besar
Anwar langsung menepis rumor tersebut lewat pesan pendek pada Sabtu malam kemarin.
"Di Morowali itu tidak ada yang mengatasnamakan saya," kata Anwar membela diri.
Baginya seluruh pengurusan izin komoditas batuan harus bersih dari praktik korupsi dan nepotisme.