Komunikasi sepihak ini melahirkan mosi tidak percaya sekaligus memicu keretakan sosial antara kelompok yang mendukung dan menolak investasi.
Gesekan fisik hampir saja pecah di lapangan akibat sengketa batas lahan yang semakin tidak menentu pasca masuknya tim pemeta lapangan.
Beberapa warga yang awalnya tergiur janji manis investasi kini balik arah ikut menolak setelah melihat peta rencana induk pembangunan korporasi.
Rencana induk tersebut ternyata bakal menggusur hamparan perkebunan produktif hingga kawasan permukiman padat penduduk di wilayah Sayogindano.
Masyarakat kini menggantungkan harapan terakhir pada para wakil rakyat di parlemen Parigi Moutong untuk menyelamatkan hak atas tanah mereka.
Pihak PT Agro Nusantara Industri belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tuduhan miring yang dialamatkan kepada manajemen mereka.
Camat Siniu juga belum merespons upaya konfirmasi mengenai dugaan kongkalikong dalam proses pembebasan lahan yang dikeluhkan warga.