Komunikasi sepihak ini melahirkan mosi tidak percaya sekaligus memicu keretakan sosial antara kelompok yang mendukung dan menolak investasi.
Gesekan fisik hampir saja pecah di lapangan akibat sengketa batas lahan yang semakin tidak menentu pasca masuknya tim pemeta lapangan.
Beberapa warga yang awalnya tergiur janji manis investasi kini balik arah ikut menolak setelah melihat peta rencana induk pembangunan korporasi.
Rencana induk tersebut ternyata bakal menggusur hamparan perkebunan produktif hingga kawasan permukiman padat penduduk di wilayah Sayogindano.
Masyarakat kini menggantungkan harapan terakhir pada para wakil rakyat di parlemen Parigi Moutong untuk menyelamatkan hak atas tanah mereka.
Pihak PT Agro Nusantara Industri belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tuduhan miring yang dialamatkan kepada manajemen mereka.
Camat Siniu juga belum merespons upaya konfirmasi mengenai dugaan kongkalikong dalam proses pembebasan lahan yang dikeluhkan warga.
Artikel Terkait
Skandal Izin Tinggal KITAS, KPK Jebloskan Wamen Silmy Karim ke Tahanan
Gandeng Pusat, Parigi Moutong Dorong Transmigrasi Masuk PSN
Cerita Damkar Parigi Moutong Sabet Juara di Tengah Badai Efisiensi Anggaran
Hari Raya Lalampa Berganti Menjadi Festival Kuliner Besar di Desa Toboli Parigi Moutong
KPK Ungkap Pemerasan Ratusan Miliar Wamen Imipas Silmy Karim, Ini Rincian Hartanya