Sulawesitoday - Dua warga Sigi dilaporkan meninggal dunia setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 meruntuhkan bangunan rumah mereka.
"Kami terus mendata korban di lapangan karena akses jalan ke beberapa desa sempat terputus amblas," kata Kepala BPBD setempat saat ditemui di posko pengungsian Kamis ini.
Bencana tektonik pada Selasa lalu ini menyisakan trauma mendalam bagi ribuan warga Sulawesi Tengah.
Guncangan kuat merusak seribu enam ratus tiga puluh tujuh unit rumah tinggal di wilayah Sigi dan Palu.
Kerusakan paling parah berpusat di Kecamatan Palolo akibat dekat dengan jalur patahan aktif.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu Hari Ini, Ada Sembilan Kali Susulan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat ada tujuh ratus tiga kali aktivitas gempa susulan.
Rangkaian getaran kecil ini terus terjadi hingga membuat warga memilih bertahan di dalam tenda darurat.
Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun.
Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penyaluran bantuan logistik.
"Warga sebaiknya jangan dulu masuk ke rumah yang retak karena strukturnya sudah sangat rapuh," ujar petugas BMKG di lokasi bencana.
Aliran listrik di beberapa titik luar kota kini mulai menyala kembali setelah sempat padam total.