berita

WHO Minta Wabah Mpox Jadi Darurat Global, Ancaman Baru Meluas

Senin, 5 Agustus 2024 | 09:14 WIB
WHO minta wabah mpox dinyatakan darurat internasional seiring meningkatnya kasus di Afrika. Respons global yang lebih kuat diperlukan./Tangkap layar Instagram. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mempertimbangkan untuk menetapkan wabah mpox di Afrika sebagai keadaan darurat internasional, sebuah langkah yang diambil seiring dengan meluasnya ancaman kesehatan ini ke berbagai negara.

Pada 31 Juli 2024, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan pentingnya respons global yang lebih komprehensif untuk menghentikan penyebaran virus yang juga dikenal sebagai cacar monyet ini.

Wabah Mpox, sebuah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, kini telah menjangkiti lebih dari 90 negara sejak pertama kali ditemukan pada Mei 2022 di Britania Raya.

Penularannya terjadi melalui kontak fisik dengan hewan terinfeksi maupun antar manusia melalui kontak dengan lesi kulit atau cairan tubuh yang terinfeksi.

"Perlu adanya pendanaan dan dukungan lebih banyak untuk mengatasi wabah ini," ujar Tedros.

Hingga akhir 2023, Indonesia melaporkan 59 kasus mpox, dengan kasus pertama ditemukan pada Agustus 2022 di Jakarta.

Sementara itu, Kenya dan Republik Afrika Tengah (CAR) baru-baru ini mengonfirmasi kasus pertama mereka pada 31 Juli 2024.

Menunjukkan bahwa virus ini terus menyebar di benua Afrika, termasuk di kawasan-kawasan yang rentan seperti kamp pengungsian Kongo.

Dalam upaya pengendalian, WHO, CDC Afrika, pemerintah daerah, serta mitra global sedang memperkuat langkah-langkah pencegahan.

Langkah-langkah ini meliputi pembatasan kontak dengan hewan liar dan memastikan daging dimasak dengan matang sebelum dikonsumsi.

WHO menekankan bahwa peningkatan kesadaran dan tindakan cepat sangat penting untuk menghindari krisis kesehatan yang lebih luas.

Tags

Terkini