Sulawesitoday – Banjir bandang dan tanah longsor melanda Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, mengakibatkan satu keluarga tewas dan ratusan rumah terendam.
Selain itu, ribuan hektar kebun serta ternak milik warga juga rusak akibat bencana alam yang terjadi pada 4 Agustus 2024 tersebut.
Curah hujan yang tinggi sejak Sabtu 3 Agustus 2024 menyebabkan tiga kampung di Distrik Kamuu, yakni Kampung Bukapa, Kampung Putapa, dan Kampung Yepo, terendam banjir.
Selain itu, longsor di Kampung Bukapa pada Minggu malam 4 Agustus 2024 menewaskan Dortea Iyai (28 tahun) beserta tiga anaknya.
“Satu anak korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus berlangsung,” kata Kepala Distrik Kamuu, Frans Dogomo, pada 6 Agustus 2024.
Penjabat Bupati Dogiyai, Marthen Ukago, telah mengerahkan bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM) dan sembako untuk mendukung pencarian korban serta evakuasi warga.
Warga yang terdampak banjir sebagian besar mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga, sementara beberapa lainnya mendirikan tenda darurat di lokasi rumah yang rusak.
Kondisi jalan utama di distrik ini juga masih tergenang air hingga setinggi dada orang dewasa di beberapa titik.
“Jika cuaca tetap mendung dan hujan turun lagi, banjir diperkirakan akan bertambah,” ujar Dogomo.
Frits Agapa, Koordinator Program Keluarga Harapan Kabupaten Dogiyai, melaporkan bahwa lebih dari 2.000 penduduk kehilangan mata pencaharian akibat bencana ini.
“Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan seperti peralatan tidur, bahan makanan, dan pembangunan rumah layak huni bagi mereka yang terdampak,” ungkap Agapa.
Selain itu, kritik juga muncul terkait penggunaan dana mitigasi bencana yang dianggap kurang efektif.
Willem Bobi, warga Dogiyai, menyatakan bahwa penggunaan dana tersebut harus lebih diarahkan pada pencegahan bencana.