Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Jembrana, Bali, dan sekitarnya pada Rabu malam, 14 Agustus 2024. Gempa ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di Samudera Hindia.
Wilayah Jembrana, Bali, dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 pada Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 21.14 WIB.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berlokasi di laut, pada koordinat 9,48° LS dan 114,02° BT, sekitar 141 km barat daya Jembrana, Bali, dengan kedalaman 52 km.
Berdasarkan hasil analisis, gempa ini tergolong dangkal dan terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng yang menyebabkan pergerakan naik atau thrust fault.
Gempa ini dirasakan di beberapa daerah, termasuk Banyuwangi dengan intensitas III-IV MMI, Badung, Tabanan, dan Jember dengan intensitas II-III MMI, serta Denpasar, Bondowoso, Karangkates, dan Malang dengan intensitas II MMI.
Meskipun getaran terasa cukup kuat di beberapa wilayah, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Tidak ada potensi tsunami dari gempa ini,” jelas BMKG dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah kejadian. Hingga pukul 21.50 WIB, BMKG melaporkan telah terjadi satu gempa susulan dengan magnitudo 4,3.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Disarankan juga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memastikan rumah tempat tinggal dalam kondisi aman sebelum kembali ke dalamnya.