Fajar Wasis, Panglima GAM, mengutuk keras tindakan represif polisi yang dinilai melanggar hak dasar masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian ini adalah bentuk pelanggaran terhadap hak dasar masyarakat untuk menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Demonstrasi ini juga menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal demokrasi di Indonesia dari segala bentuk ancaman, termasuk dari keputusan politik yang dianggap merugikan rakyat.
Polisi telah mengingatkan warga untuk menghindari jalan-jalan yang menjadi titik aksi, termasuk Fly Over dan Jalan Sultan Alauddin, guna menghindari kemacetan dan potensi konflik.
Meskipun situasi sempat memanas, aksi tetap berlangsung hingga sore hari dengan massa yang terus menyuarakan aspirasi mereka terkait revisi UU Pilkada.