Sulawesitoday - Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho menjenguk korban luka akibat kericuhan dalam aksi demo kawal putusan MK di Palu, Jumat (23/8/2024).
Kericuhan ini terjadi saat ratusan mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka di Sulawesi Tengah menggelar aksi di depan kantor DPRD Sulteng di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Palu.
Aksi yang awalnya berjalan damai berakhir dengan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan, mengakibatkan sembilan orang luka-luka.
Situasi Awal Aksi dan Penyebab Kericuhan
Aksi demonstrasi yang bertujuan untuk menolak revisi UU Pilkada dan mengawal putusan MK ini pada awalnya berlangsung tertib, meskipun jumlah massa terus bertambah. Polresta Palu yang dibantu oleh Polda Sulawesi Tengah telah melakukan upaya pengamanan agar aksi berjalan damai.
Namun, situasi menjadi tidak terkendali ketika sejumlah mahasiswa berusaha memaksa masuk ke Gedung DPRD Sulteng untuk berdialog langsung dengan para anggota dewan, menolak hanya perwakilan yang diperbolehkan masuk.
Upaya persuasif oleh pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban dan menghindari provokasi tidak diindahkan, yang akhirnya memicu kericuhan.
Tindakan Kepolisian dan Dampak Kericuhan
Kericuhan semakin memuncak ketika aparat kepolisian terpaksa menembakkan water cannon untuk membubarkan massa yang berusaha menerobos gerbang Gedung DPRD.
Akibat insiden tersebut, sembilan orang mengalami luka-luka, terdiri dari tiga mahasiswa, dua warga sipil, dan empat anggota Polri.
Beberapa korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Pernyataan Kapolda Sulteng
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho menyayangkan insiden ini. Saat menjenguk para korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Kapolda menyampaikan rasa empati dan keprihatinannya atas situasi yang terjadi.