“Kami prihatin dengan adanya kericuhan ini, apabila semua pihak dapat menahan diri, kericuhan pasti tidak akan terjadi,” ucap Kapolda saat melihat kondisi para korban.
Ia juga menginstruksikan agar Rumah Sakit Bhayangkara memberikan perawatan terbaik kepada para korban dan menegaskan bahwa biaya perawatan akan ditanggung oleh Polda Sulteng.
“Tolong berikan perawatan yang terbaik kepada semua korban yang ada di rumah sakit Bhayangkara,” tambahnya.
Kondisi Korban
Di antara korban yang dirawat, satu mahasiswa yang bernama Ayub dari Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU.
Namun, kondisinya mulai stabil setelah mendapat penanganan intensif. Sementara itu, dua mahasiswa lainnya yang juga mengalami luka-luka memilih untuk pulang setelah mendapatkan perawatan awal dan menolak untuk dirawat inap.
Baca Juga: MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, Netizen Sebut Selalu Ada Harapan Padahal Awal Rasanya Gelap
Upaya Medis dan Keamanan
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, yang juga berada di Rumah Sakit Bhayangkara, memastikan bahwa semua korban ditangani dengan baik oleh tim medis.
“Dipastikan semua korban ditangani dengan baik oleh tim medis rumah sakit Bhayangkara, semoga semuanya dapat segera pulih dan kembali beraktivitas,” ungkapnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa rumah sakit tidak diperkenankan melakukan pungutan kepada keluarga korban karena semua biaya akan ditanggung oleh Polda Sulteng.
Aksi demonstrasi ini menunjukkan pentingnya dialog yang lebih konstruktif antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan kericuhan.
Kepolisian berkomitmen untuk terus berupaya menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi.
Artikel Terkait
159 Siswa yang Ikut Demo di Gedung DPR Ditangkap Polisi Jakarta Timur Terkait Putusan MK Pilkada 2024
Trending Tagar Kembalikan Teman-teman Kami, YLBHI Minta Pembebasan 159 Demonstran yang Ditahan di Jakarta
Sembilan Korban Luka Buntut Aksi Demo Kawal Putusan MK Berujung Ricuh di Palu, Satu Mahasiswa Untad Kritis