Perusahaan segera merespons dengan meminta maaf kepada masyarakat Aceh atas kejadian yang viral di media sosial ini dan memulangkan Mbak Rara.
Safrizal juga meminta kedua perusahaan terkait untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh.
Mbak Rara dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada penerbangan siang hari yang sama.
Pihak perusahaan berjanji untuk lebih berhati-hati dan memastikan setiap tindakan di lapangan tidak lagi menyinggung nilai-nilai agama lokal.
Masyarakat berharap kejadian ini tidak terulang di masa mendatang, dan pihak terkait yang lebih sensitif terhadap budaya setempat.
Safrizal menegaskan bahwa setiap kegiatan di Aceh harus menghormati syariat Islam dan budaya lokal yang sangat dijunjung tinggi.
Insiden yang Viral di Medsos ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak yang bekerja atau terlibat dalam proyek di wilayah Aceh.