Langkah ini dilakukan semata-mata untuk memastikan keamanan dan keberlangsungan program pembinaan.
Kepala Lapas Tolitoli menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah bentuk perlakuan istimewa, tetapi lebih pada upaya menjaga keamanan dan kondusifitas. Seluruh keputusan yang diambil telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk HAM dan risiko over kapasitas.
"Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan pembinaan yang kami berikan berdampak baik," pungkas Ishak.