berita

Evakuasi Dramatis! Basarnas Berhasil Selamatkan 17 Korban, 6 Tewas dalam Ledakan Speedboat di Taliabu

Minggu, 13 Oktober 2024 | 11:16 WIB
Penyelamatan dramatis oleh Basarnas bisa menjadi sorotan penting, tetapi di balik headline tersebut, ada keluarga yang berduka dan tim penyelamat yang berjuang keras. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Upaya Basarnas dalam menyelamatkan korban ledakan speedboat di Taliabu menjadi sorotan. Mereka berhasil mengevakuasi 17 orang, meski 6 korban termasuk Benny Laos, calon gubernur Maluku Utara, tidak dapat diselamatkan. Kepala Basarnas Ternate, Fatur Rahman, menyebutkan bahwa operasi evakuasi berlangsung intens hingga Sabtu malam, pukul 20.30 WITA. Menurutnya, seluruh penumpang telah dievakuasi, dan kapal pun ditarik ke tepi pantai.

"Posisi bangkai kapal sudah di pantai, tidak ada korban tambahan," jelas Fatur. Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana Basarnas tidak hanya bertindak cepat, tapi juga memastikan keselamatan korban lainnya.

Baca Juga: Cagub Malut Benny Laos, Pejabat serta Politisi Tewas dalam Ledakan Misterius Speedboat di Pulau Taliabu, Temukan Penyebabnya di Sini

Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi yang menantang, di mana speedboat tersebut meledak saat sedang mengisi bahan bakar di Pelabuhan Bobong. Peristiwa ini memicu kepanikan besar, dan api dengan cepat melahap seluruh bagian kapal.

Proses penyelamatan memang tidak mudah. Tim harus berlomba dengan waktu, dan ancaman ledakan lanjutan selalu menghantui. Namun, berkat kerja keras tim Basarnas, 17 nyawa berhasil diselamatkan.

"Ini situasi yang sangat sulit. Kami berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan setiap korban," ujar Fatur. Penuturan ini memberi kita gambaran tentang beratnya tugas yang mereka emban.

Baca Juga: Kampanye Berakhir Tragis, Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos Tewas dalam Ledakan Speedboat di Taliabu!

Fokus utama Basarnas saat itu adalah menyelamatkan korban yang masih bertahan di kapal yang terbakar. Meskipun ada enam korban tewas, usaha penyelamatan yang cepat berhasil mencegah jumlah korban yang lebih besar. Sebagian besar korban yang selamat kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bobong. Dari total 33 korban, 10 di antaranya masih dirawat karena luka bakar dan trauma.

Operasi evakuasi ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal koordinasi yang cermat antara Basarnas dan otoritas setempat. Kondisi pelabuhan yang masih dipenuhi oleh api membuat operasi semakin berisiko. “Setiap detik berarti. Kami harus cepat dan hati-hati,” tambah Fatur. Ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam situasi genting seperti ini.

Speedboat yang meledak tersebut awalnya bersandar di pelabuhan untuk agenda kampanye Benny Laos di Desa Kawalo. Sayangnya, perjalanannya harus terhenti tragis di tengah laut.

Kepala Sat Intelkam Polres Pulau Taliabu, Iptu Ali Rahman Mahulauw, menyatakan, “Kapal itu sedang melakukan pengisian BBM, dan ledakan terjadi secara tiba-tiba.”

Detail teknis penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, kejadian ini mengingatkan kita betapa rentannya keselamatan di jalur laut.

 

Tags

Terkini