Sulawesitoday - Kampanye calon gubernur Maluku Utara, Benny Laos, berakhir tragis saat speedboat yang ditumpangi meledak di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu. Penyebab utama ledakan adalah adanya orang yang merokok saat pengisian BBM berlangsung, meskipun peringatan sudah disampaikan. Polisi dan motoris sempat mengingatkan soal bahaya tersebut, namun peringatan itu diabaikan.
Kompol Sirajuddin, Wakapolres Pulau Taliabu, menjelaskan bahwa saat pengisian BBM secara manual di kapal, ia bersama rekan-rekannya naik ke speedboat untuk memperingatkan rombongan Benny Laos.
“Waktu itu saya bersama kasat lantas naik di atas speedboat. Kami ingatkan, karena bau bensin sangat menyengat, ini tidak aman," jelasnya. Benny Laos hanya merespons datar, tanpa menunjukkan kekhawatiran.
Pengisian BBM saat itu dilakukan dengan tiga selang terhubung ke tangki speedboat, menciptakan situasi berbahaya. Ditambah lagi, beberapa penumpang terlihat merokok.
“Sudah diingatkan agar tidak merokok, tapi tetap saja ada yang merokok. Saat itu kami tidak mengenali semua orang di speedboat,” lanjut Sirajuddin.
Tak lama setelah peringatan diberikan, ledakan besar terjadi dari bagian belakang kapal, tepat di area mesin dan tangki BBM. Seluruh penumpang, termasuk Benny dan timnya, sudah berada di dalam kapal. Mesin genset, AC, dan alat elektronik lainnya masih dalam kondisi menyala saat pengisian BBM, menambah risiko ledakan.
"Setelah 5 menit kami turun dari speedboat, terjadi ledakan. Informasi dari anggota di pelabuhan, ledakan berasal dari belakang kapal," kata Sirajuddin. Posisi tangki BBM yang berada di kiri membuat kapal miring setelah ledakan.
Menurut data dari RSUD Bobong, ada 33 korban dalam insiden tersebut, dengan 6 orang meninggal dan 10 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Krisis Makanan! Pendaki di Pos 6 Gunung Gandang Dewata Bertahan Hanya dengan 3 Bungkus Mie Instan
Kejadian ini menjadi pengingat keras akan bahaya merokok saat berada di dekat bahan bakar, terutama ketika pengisian BBM sedang berlangsung. Meski peringatan telah diberikan, kelalaian tetap menjadi penyebab utama ledakan yang merenggut nyawa. Fatur Rahman, Kepala Basarnas Ternate, mengatakan proses evakuasi berlangsung hingga Sabtu malam.
"Proses evakuasi selesai, bangkai kapal sudah ditarik, dan dipastikan tidak ada korban lain di dalam speedboat," ungkapnya.