berita

Dituduh Aniaya Siswa, Guru SDN 27 Doule Bombana Dipolisikan! Mediasi Gagal

Minggu, 27 Oktober 2024 | 14:52 WIB
Guru SD di Bombana dilaporkan ke polisi setelah diduga menganiaya siswa. Upaya mediasi gagal, guru berharap kasus selesai damai. #PenganiayaanAnak #MediasiGagal #KasusGuru #BeritaSultra #SDN27Doule (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang guru SDN 27 Doule di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, terlibat dalam persoalan hukum setelah dilaporkan ke polisi karena diduga menganiaya siswa kelas 5. Guru tersebut, seorang wanita bernama Masse, kini menghadapi tuntutan dari keluarga siswa berinisial RAP. Kejadian yang memicu laporan ini berlangsung pada Rabu pagi, 9 Oktober 2024, di lingkungan sekolah.

Menurut keterangan Masse, insiden itu berawal saat ia sedang mengecek kebersihan di sejumlah kelas. Ketika menemukan tumpukan sampah di tong salah satu ruang kelas, Masse meminta RAP untuk membuangnya. Namun, siswa tersebut menolak dengan alasan tidak mampu mengangkat sampah seorang diri.

Baca Juga: Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Beton Saat Truk Tronton Hantam Gerbang Pesantren di Kolaka

Situasi mulai memanas ketika RAP menghempaskan tangan Masse saat sang guru berusaha menggandengnya untuk mencari teman lain yang bisa membantu.

“Dia melawan dengan cara menghempaskan tangan saya dan menatap dengan emosi,” ungkap Masse pada Minggu (27/10).

Baca Juga: Nyaris Ricuh! Debat Pilwalkot Makassar Terganggu, Moderator Terpaksa Hentikan Jalannya Debat

Guru tersebut mengakui bahwa tindakannya selanjutnya diwarnai oleh emosi sesaat. “Saya berniat memukul pangkal tangannya, tapi dia menghindar, dan pukulan saya justru mengenai pipinya,” jelasnya.

RAP langsung berlari menuju lapangan dan, dengan nada marah, mengatakan akan melaporkan kejadian itu kepada ayahnya. Tidak lama setelah itu, FH, ayah dari RAP, mendatangi sekolah dan melayangkan protes keras.

Baca Juga: Kesal Jatah BBM Tak Didapat, Nelayan di Bone Tutup Jalan ke SPBN dengan Timbunan Sirtu

Ia mengaku menerima laporan bahwa kepala anaknya dibenturkan ke tembok oleh Masse, tuduhan yang dibantah keras oleh sang guru. “Tidak seperti itu kejadiannya,” tegas Masse.

Berupaya meredam masalah, Masse menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, usaha tersebut tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan keluarga RAP.

Baca Juga: Angin Kencang Tak Hanya Merusak! BPBD Catat Lonjakan Rumah Terdampak di Maros

Kondisi semakin rumit ketika pada Kamis (17/10), Masse menerima panggilan klarifikasi dari penyidik Polres Bombana. Ia hadir dalam panggilan itu dan menunjukkan sikap kooperatif sepanjang proses pemeriksaan.

Kini, guru tersebut masih berupaya menjalin mediasi dengan keluarga siswa, berharap permasalahan ini bisa selesai di luar jalur hukum. “Saya hanya ingin masalah ini selesai baik-baik,” kata Masse dengan nada penuh harap.

Halaman:

Tags

Terkini