berita

Angin Kencang Renggut Nyawa dan Rusak Puluhan Rumah di Sidrap, Apa Langkah BNPB Selanjutnya?

Jumat, 1 November 2024 | 18:34 WIB
Angin kencang di Sidrap rusak puluhan rumah dan fasilitas pendidikan. BNPB gerak cepat, lakukan pemulihan. Apa langkah pencegahan selanjutnya? #BNPB #Sidrap (Amirulah)

Sulawesitoday - Insiden angin kencang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, telah mengakibatkan kerusakan parah pada puluhan rumah, bahkan merenggut nyawa seorang warga. Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore, 30 Oktober 2024, ini menghantam dengan keras, mengganggu kehidupan 68 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 271 orang.

Menurut data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 51 rumah mengalami kerusakan ringan, 11 rumah rusak sedang, dan 6 rumah lainnya rusak berat. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan juga ikut terdampak.

Baca Juga: Aliansi Advokasi Demokrasi Mengecam Pernyataan Merendahkan Pemilih Kotak Kosong, Dinilai Cemari Demokrasi

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan, "Sebanyak 68 KK atau 271 warga terdampak, dua warga mengalami luka ringan dan satu warga dinyatakan meninggal dunia."

Empat kecamatan yang terdampak, yaitu Maritengngae, Watang Sidenreng, Panca Rijang, dan Baranti, kini telah menjadi fokus bagi upaya pemulihan yang digerakkan BNPB bersama instansi terkait lainnya. Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Sidrap segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan assessment awal pasca kejadian.

Baca Juga: Mediasi Berakhir Tragis, Guru Honorer MTs Buol Jadi Korban Kekerasan di Depan Murid

Tim ini juga langsung melakukan dokumentasi serta pelaporan keadaan terkini sebagai bagian dari koordinasi penanganan lebih lanjut.

"Menyikapi situasi ini, TRC Kabupaten Sidenreng Rappang telah bekerja bersama aparat terkait di lokasi. Kondisi di Kabupaten Sidenreng Rappang sudah kondusif," ujar Muhari dalam keterangannya pada Jumat, 1 November 2024.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran di Polda Gorontalo: 26 Tahanan Dievakuasi, Lantai 3 Terbakar

Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini diambil untuk memastikan bahwa semua kebutuhan darurat warga yang terdampak terpenuhi, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan parah.

Dari sini, tampak jelas bagaimana BNPB berusaha keras dalam merespons kondisi darurat ini. Koordinasi yang cepat di lapangan bukan hanya soal peninjauan, tetapi lebih kepada menyelamatkan dan menjaga kenyamanan warga yang sedang menghadapi masa sulit. Namun, pertanyaannya adalah, langkah apa lagi yang akan diambil BNPB ke depannya?

Baca Juga: Kisah Duka Insiden Jembatan Ambruk di Maluku Tengah, Korban Tewas Kini 8 Orang

Mengingat intensitas bencana yang semakin sering melanda, terutama di wilayah-wilayah rawan angin kencang seperti Sidrap, penting bagi masyarakat dan pihak terkait untuk merencanakan antisipasi jangka panjang. Salah satunya adalah program penguatan bangunan tahan angin di wilayah tersebut, yang bisa menjadi bagian dari rencana besar BNPB dalam menghadapi bencana serupa di masa depan.

Sementara itu, peran pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat terkait mitigasi bencana juga tidak kalah penting.

Halaman:

Tags

Terkini