“Suara-suara dari lapisan masyarakat belum melihat aksi nyata yang optimal dari pemerintah,” jelasnya.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, pemilu ini bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga soal memilih masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Mereka berharap bahwa para calon tidak hanya berbicara soal ekonomi dan lapangan kerja, tetapi juga mengedepankan agenda transisi energi dan pengelolaan sumber daya mineral dengan pertimbangan yang lebih mendalam pada dampak sosial dan lingkungan. Tanpa adanya komitmen dari para pemimpin untuk menangani isu-isu krusial ini, masa depan yang berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah akan tetap menjadi harapan yang jauh.