berita

Mentan Janjikan Rp 10 Juta per Bulan untuk Petani Milenial: Program Ambisius yang Mengundang Minat Ribuan Generasi Muda

Minggu, 10 November 2024 | 17:36 WIB
Program Petani Milenial menawarkan peluang penghasilan hingga Rp 10 juta/bulan, mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia menuju modernisasi. #PetaniMilenial #PertanianModern #Swasem (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Pemerintah Indonesia tengah meluncurkan sebuah program ambisius untuk menarik perhatian generasi muda ke sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa mereka yang bergabung dalam program Petani Milenial berpotensi memperoleh penghasilan hingga Rp 10 juta per bulan. Janji tersebut tidak hanya menggugah semangat banyak orang, namun juga mencerminkan upaya serius untuk mentransformasi sektor pertanian di Indonesia.

Sejak diperkenalkan, program ini sudah menarik perhatian ribuan milenial. Menurut data dari Kementerian Pertanian, sekitar 3.000 orang telah bergabung dalam program ini, dengan lebih dari 20.000 lainnya telah mendaftar untuk berpartisipasi. "Kalau mereka terlibat, itu dapat Rp 10 juta minimal per orang per bulan. Kalau jadi pegawai, Rp 2 juta, Rp 3 juta.

Baca Juga: Viral! Pemobil Lakukan Aksi Nekat Lawan Arah, Truk Kontainer Jadi Penghalang Utama

Artinya menarik kan?" kata Menteri Amran dalam wawancara di Jakarta Selatan, pada Minggu (10/11/2024). Hal ini menunjukkan betapa besar potensi ekonomi yang ditawarkan bagi generasi muda yang tertarik menggeluti dunia pertanian modern.

Namun, bukan hanya masalah gaji yang menarik perhatian banyak milenial. Seperti yang dijelaskan oleh Amran, sektor pertanian di Indonesia tengah melakukan peralihan besar dari sistem tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih efisien.

Baca Juga: Debat Pilgub Sulsel Ricuh, Simpatisan Paslon Berujung Kerusuhan di Hotel Makassar

"Sekarang kita memanfaatkan SDA yang melimpah, kemudian ada teknologi yang kita sudah kuasai," jelasnya. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, dengan menggunakan teknologi modern yang memungkinkan pengelolaan sawah dan lahan pertanian yang lebih optimal.

Bahkan, pemerintah Indonesia menargetkan untuk mencetak 3 juta hektare sawah baru dalam empat tahun ke depan. Selain itu, rencana optimasi lahan (oplah) sebanyak 1 juta hektare pada 2025 juga diharapkan dapat mendukung visi Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Baca Juga: Serangan Bom di Stasiun Kereta Pakistan: 27 Tewas, 46 Terluka, Penyelidikan Berlanjut

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan bisa mencapai status sebagai lumbung pangan dunia, sejajar dengan negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Korea.

Namun, untuk mencapai tujuan ini, tantangan besar tetap ada. Pengelolaan lahan seluas itu memerlukan tenaga kerja terampil dan siap menghadapi tantangan teknologi. Oleh karena itu, petani milenial diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan transformasi pertanian ini.

Baca Juga: Poros Maros-Bone Ditutup Total Besok Akibat Proyek Jalan Layang, Warga Diimbau Lewat Jalur Alternatif

"Mimpi kami adalah seluruh cetak sawah di Indonesia, 3 juta hektare, itu menjadi transformasi pertanian tradisional ke modern," ujar Amran.

Peluang yang ditawarkan melalui program ini bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga potensi untuk mengubah wajah sektor pertanian Indonesia. Bagi generasi muda yang tertarik bergabung, program ini bisa menjadi kesempatan langka untuk berkarier di sektor yang selama ini dianggap kurang menarik oleh banyak orang. Dengan dukungan teknologi dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada, masa depan pertanian Indonesia seharusnya tampak lebih cerah.

Tags

Terkini