Sulawesitoday - Siapa yang menyangka, dari balik jeruji besi, muncul karya seni penuh makna? Di Lapas Kelas III Leok, Kabupaten Buol, warga binaan berhasil menciptakan produk kayu berkualitas dari limbah.
Di tempat yang sering dianggap sebagai akhir jalan, ternyata ada peluang untuk memulai hidup baru. Anda mungkin pernah mendengar tentang pembinaan di lembaga pemasyarakatan, tapi cerita ini berbeda.
Baca Juga: Kotak Kosong Menang? Pilkada Ulang Ditentukan pada September 2025
Dibimbing oleh Lapas dan mitra eksternal, warga binaan memanfaatkan kayu seperti jati, amara, linggua, dan dou. Dari bahan yang sering dianggap tak berharga, mereka menciptakan baki, asbak, dan kerajinan lainnya yang kini diminati masyarakat.
Bahkan, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, dengan bangga menyebut program ini sejalan dengan misi pemerintah. “Kami ingin warga binaan menjadi aset masyarakat,” katanya, Minggu (17/11/2024).
Baca Juga: PHK Massal di Indonesia, DPR Desak Kaji PPh 21 Tingkatkan Tekanan pada Kemenkeu Sri Mulyani
Keunikan karya ini terletak pada desain sederhana namun elegan. Setiap goresan pada kayu menyimpan cerita; tentang perubahan, perjuangan, dan harapan. Bagi banyak orang, produk ini mungkin sekadar barang, tetapi bagi pembuatnya, itu adalah simbol transformasi diri. Anda bisa membayangkan bagaimana mereka berusaha mengubah hidup mereka melalui keterampilan ini.
Tidak semua program pembinaan di Lapas mendapat hasil sebaik ini. Menurut Hermansyah, keberhasilan Lapas Leok menjadi bukti bahwa pelatihan yang tepat dapat membawa perubahan nyata.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil: judol Seusia Kehidupan, Harus Ditindak Lebih Tegas
Ia menambahkan, “Program ini harus menjadi inspirasi untuk Lapas lain di Indonesia.” Pernyataan itu cukup menohok, bukan?
Namun, apa yang membuat ini lebih menarik adalah dampaknya pada ekonomi lokal. Dengan melibatkan masyarakat melalui penjualan produk, para warga binaan tak hanya belajar keterampilan, tetapi juga memahami nilai kontribusi terhadap masyarakat.
Baca Juga: Fenomena Gaib Taksi Berakhir di Gang Kuburan, Sopir Tak Ingat Apa Pun
Kontak pemesanan pun telah dibuka—nomor 081272191129 atas nama Khemal, untuk siapa saja yang ingin mendukung karya ini.