Sulawesitoday - Pada Minggu (9/2/2025), hujan deras mengubah Jalan Poros Barru-Makassar menjadi zona banjir yang menghambat arus lalu lintas. Pengendara yang menuju Parepare dan Makassar terjebak dalam antrean panjang yang terus mengular.
Banjir mulai melanda sejak pukul 16.00 Wita di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Kepala Pelaksana BPBD Barru, Umar Sinampe, mengatakan, "Benar ada genangan di Jalan Poros Barru-Makassar daerah Pancana, dan sekarang kemacetan panjang terjadi di sana."
Kondisi air yang naik dengan cepat memaksa pengendara untuk menunggu lebih lama. Setiap menit terasa sangat berat bagi mereka yang terjebak di jalan yang tiba-tiba berubah jadi kolam.
Di luar Pancana, pihak BPBD juga mengamati situasi di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja. Di sana, meski genangan mulai muncul, arus lalu lintas masih berjalan relatif lancar untuk saat ini.
Hujan ekstrem ini memberi dampak nyata pada kondisi infrastruktur jalan. Situasi ini mengungkapkan betapa rentannya sistem drainase kita saat cuaca ekstrim melanda.
Pihak berwenang telah meningkatkan kewaspadaan dengan mengumpulkan data secara intensif. Mereka bekerja sama dengan berbagai instansi untuk mencegah kerusakan lebih parah pada jaringan transportasi.
Umar Sinampe mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati saat melewati daerah yang tergenang. Ia menegaskan, "Penyebabnya karena intensitas hujan yang sangat tinggi," sebagai peringatan keras bagi masyarakat.
Petugas lapangan siap memberikan arahan dan bantuan jika diperlukan. Setiap pengendara diharapkan mengikuti instruksi untuk menjaga keselamatan di tengah kondisi sulit ini.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem. Apakah kita sudah cukup siap jika bencana alam melanda secara mendadak?
Fenomena banjir ini mencerminkan tantangan baru dalam menghadapi perubahan iklim global. Masyarakat diharapkan untuk lebih responsif dan adaptif terhadap kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu.
Baca Juga: Ketua DPRD Sulbar Turun ke DAS Budong-budong Usai Buntut Penolakan Tambang di Mateng
Pemerintah daerah berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan infrastruktur jalan. Langkah ini dianggap vital untuk mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.
Kondisi di Jalan Poros Barru-Makassar menjadi peringatan bahwa alam memiliki kekuatan yang tidak terduga. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk menghadapi tantangan alam yang semakin kompleks.