Sulawesitoday - Dalam panggung politik, nama Vicky Prasetyo kerap menjadi sorotan. Bukan hanya karena latar belakangnya sebagai selebriti, tetapi juga aksi-aksinya yang tak biasa selama Debat Pilkada Pemalang 2024. Bahkan, Presiden Jokowi disebut memberi perhatian khusus pada penampilannya. "Kemarin debatnya bagus, menang-menang," ujar Jokowi dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @vickyprasetyo777.
Namun, apa sebenarnya yang membuat aksi Vicky begitu mencuri perhatian? Berikut empat momen yang tak terlupakan dari panggung debat itu.
Baca Juga: Seleksi CPNS Kemenkumham Sulteng 2024, Tes Psikologi dan Kesehatan Digelar 20–23 November
1. Pemalang Darurat Pupuk!
Dalam salah satu sesi debat, Vicky dengan lantang menyuarakan keluhan para petani di Pemalang. Ia meminta Kementerian Pertanian untuk segera menangani kekurangan pupuk yang menjadi masalah besar. "Kepada Bapak Menteri, mohon tingkatkan pupuk di Pemalang, agar tidak ada tangis, tidak ada kekhawatiran," ujarnya dengan emosi. Video itu langsung viral, membuat banyak netizen merasa terwakili.
Meski gaya penyampaiannya terkesan dramatis, langkah ini menunjukkan bahwa Vicky memahami keresahan rakyatnya. "Darurat pupuk" bukan hanya jargon politik, tetapi juga seruan untuk pemerintah pusat agar lebih peduli.
Baca Juga: Tega! Pria di Lutra Tusuk Tangan Ibu Pakai Jarum Suntik Hanya karena Tak Diberi Uang
2. Bernyanyi di Tengah Visi Misi
Tidak semua politisi memilih jalur formal untuk menyampaikan visi misinya. Vicky, misalnya, membuat panggung debat menjadi teatrikal ketika ia tiba-tiba menyanyikan lagu "Berita Cuaca" milik Gombloh. "Lestari alamku, lestari desaku..." lantunnya di tengah penjabaran tagline "Revolusi Pemalang."
Aksi ini menuai respons beragam. Ada yang menyebutnya kreatif, tetapi tak sedikit yang menganggapnya berlebihan. Namun, satu hal yang pasti: momen ini membuat debat yang biasanya kaku menjadi lebih berwarna.
Baca Juga: 11 Ribu Akun Higgs Domino Terbongkar: Operasi Judi Online dengan Cuan Rp 60 Juta per Bulan
3. Solusi Banjir dengan Medsos
Salah satu ide paling unik dari Vicky adalah penggunaan media sosial untuk mengatasi banjir rob. Ia menyatakan bahwa dengan kekuatan 2,1 juta pengikutnya, ia bisa mendorong pemerintah pusat untuk bertindak lebih cepat. "Kalau pemerintah belum merespons, kekuatan sosial media saya akan menggemparkan rob," tegasnya.
Meskipun idenya terdengar tidak biasa, ini menunjukkan bagaimana Vicky memanfaatkan pengaruh digital untuk menyuarakan isu lokal. Hal ini juga menandai pergeseran pendekatan politisi dalam menangani masalah—menggabungkan tradisi dan teknologi modern.
Artikel Terkait
Setelah Pencarian Intensif, Korban Kedua di Ogomojolo Akhirnya Ditemukan
Barang Bukti di Tangan! Polisi Pastikan Jessica Sollu Jadi Korban Kekerasan Brutal
11 Ribu Akun Higgs Domino Terbongkar: Operasi Judi Online dengan Cuan Rp 60 Juta per Bulan
Tega! Pria di Lutra Tusuk Tangan Ibu Pakai Jarum Suntik Hanya karena Tak Diberi Uang
Seleksi CPNS Kemenkumham Sulteng 2024, Tes Psikologi dan Kesehatan Digelar 20–23 November