• Selasa, 21 Juli 2026

Bali Masuk Daftar Destinasi Tak Layak Kunjung, Apakah Ini Akhir Pariwisata Pulau Dewata

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 20:41 WIB
Bali masuk daftar destinasi yang harus dipertimbangkan ulang pada 2025 akibat dampak overtourism. Apa langkah selanjutnya untuk menyelamatkan Pulau Dewata? (Dwi Rahayu Putri)
Bali masuk daftar destinasi yang harus dipertimbangkan ulang pada 2025 akibat dampak overtourism. Apa langkah selanjutnya untuk menyelamatkan Pulau Dewata? (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Bali, yang selama ini dikenal sebagai surga wisata dunia, tiba-tiba masuk dalam daftar “Fifteen Destinations to Reconsider in 2025” oleh Fodor’s, penerbit panduan perjalanan asal Amerika Serikat.

Disebutkan bahwa pariwisata yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan dan budaya lokal Bali.

Baca Juga: Raksasa Minyak Global Shell Dikabarkan Hengkang dari Bisnis SPBU di Indonesia

Masalah utamanya? Pembangunan yang dianggap tidak terkendali dan ledakan jumlah plastik yang mencemari lanskap indah pulau ini.

Dalam laporan itu, istilah “kiamat plastik” digunakan untuk menggambarkan situasi lingkungan Bali. Sebuah kritik yang tajam, tentu saja, namun bukan tanpa dasar. Pantai-pantai yang dulunya bersih kini sering kali dipenuhi sampah plastik, terutama selama musim hujan.

Baca Juga: Sandrina Malakiano, Transformasi Karier dari Presenter ke Konsultan Politik dan Penyanyi

Banyak wisatawan mungkin merasa terkejut mendengar ini, tapi bagi penduduk lokal, hal ini sudah menjadi realita sehari-hari.

Respons dari Lokal: Apakah Ini Adil?

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang dikenal sebagai Cok Ace, memberikan tanggapannya. Ia menolak label overtourism yang disematkan pada Bali.

Baca Juga: Piala AFF 2024 Tanpa Pemain Abroad, Rafael Struick Hanya Diberi Izin Jika Indonesia Capai Semifinal

Menurutnya, jika dibandingkan dengan luas wilayah dan kapasitas turis, Bali sebenarnya masih jauh dari kategori tersebut.

"Bali sesungguhnya tidak overtourism, dengan luas wilayah delapan kali luas Singapura dan wisatawan hanya seperenamnya saja tidak ada," jelasnya.

Baca Juga: Drama Pemilihan Pelatih Timnas, Shin Tae-yong Kembali Dipercaya untuk Piala AFF 2024

Namun, ia tidak menutup mata terhadap kekurangan dalam pengelolaan pariwisata.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB