• Selasa, 21 Juli 2026

Raksasa Minyak Global Shell Dikabarkan Hengkang dari Bisnis SPBU di Indonesia

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 19:51 WIB
Shell dikabarkan akan menutup SPBU-nya di Indonesia, diduga karena dominasi Pertamina dan perubahan fokus bisnis ke energi terbarukan. (Dwi Rahayu Putri)
Shell dikabarkan akan menutup SPBU-nya di Indonesia, diduga karena dominasi Pertamina dan perubahan fokus bisnis ke energi terbarukan. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Shell, salah satu pemain global dalam industri minyak dan gas, dikabarkan akan menutup seluruh jaringan SPBU-nya di Indonesia. Berita ini mengejutkan banyak pihak, meski beberapa pengamat menganggap keputusan tersebut tak sepenuhnya mengejutkan.

Ketua Komite Investasi Aspermigas, Moshe Rizal, menilai bahwa langkah ini adalah respons atas dominasi pasar oleh Pertamina.

Baca Juga: Sandrina Malakiano, Transformasi Karier dari Presenter ke Konsultan Politik dan Penyanyi

“Saya tidak heran kalau Shell memutuskan untuk hengkang. Mereka sulit bersaing di pasar yang mayoritas SPBU-nya dikelola Pertamina,” ungkap Moshe.

Keputusan ini juga disebut-sebut berakar pada semakin tipisnya keunggulan kompetitif Shell dibandingkan Pertamina. Pertamina, yang merupakan badan usaha milik negara, memiliki hak eksklusif untuk menyalurkan BBM bersubsidi. Di sisi lain, Shell hanya bisa menjual BBM non-subsidi, yang harganya jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Piala AFF 2024 Tanpa Pemain Abroad, Rafael Struick Hanya Diberi Izin Jika Indonesia Capai Semifinal

“Nilai tambah Shell mulai berkurang, apalagi ketika kualitas produk Pertamina terus meningkat,” tambah Moshe.

Namun, langkah Shell ini bukan sekadar sinyal penurunan. Perusahaan yang bermarkas di Inggris tersebut tampaknya mulai mengarahkan fokusnya pada investasi di sektor energi terbarukan, termasuk stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Baca Juga: Drama Pemilihan Pelatih Timnas, Shin Tae-yong Kembali Dipercaya untuk Piala AFF 2024

Bahkan, mereka pernah mengumumkan rencana untuk menutup hingga 1.000 SPBU secara global hingga 2025. Apakah ini berarti Shell sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pelopor energi masa depan?

Di sisi lain, Shell tetap memperlihatkan komitmen bisnisnya di Indonesia melalui investasi di sektor lain. Baru-baru ini, perusahaan tersebut mengumumkan pembangunan pabrik manufaktur gemuk (grease) pertama di Indonesia, dengan kapasitas produksi hingga 12 juta liter per tahun. Langkah ini menunjukkan bahwa meski bisnis SPBU mulai redup, Shell tetap melihat potensi besar di sektor industri.

Baca Juga: Shin Tae-yong Andalkan Talenta Muda, Armando Obet Oropa Harapan Baru Garuda

Meski begitu, isu penutupan SPBU ini menimbulkan sejumlah pertanyaan besar. Apakah ini murni keputusan strategis? Atau ada tekanan pasar yang membuat Shell menyerah? Hingga kini, pihak Shell Indonesia belum memberikan tanggapan resmi. Namun, satu hal yang pasti, keputusan ini akan mengubah lanskap pasar BBM di Tanah Air secara signifikan.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini