Sulawesitoday - Pada hari Jumat, 20 Februari 2025, situasi di Jalan Mayor Salim, Kupang Raya, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung kembali diramaikan oleh aksi tawuran antar gerombolan remaja.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut memicu kekhawatiran warga setempat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Menurut keterangan yang beredar, dua kelompok pelajar dari berbagai sekolah terlibat dalam kericuhan yang berlangsung dengan penggunaan senjata tajam berupa sajam.
Aksi tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan pengguna jalan yang sedang melintas, mengingat senjata yang digunakan berpotensi melukai orang yang tidak bersalah.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat jelas remaja-remaja yang saling berhadapan dengan latar belakang kekacauan dan asap tipis dari aktivitas pembersihan di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian yang langsung merespons insiden tersebut berhasil mengamankan sejumlah pelaku.
Pada hari yang sama, Polresta Bandar Lampung menangkap 13 orang terduga pelaku, dan melalui pengembangan penyelidikan lebih lanjut, 22 pelaku tambahan berhasil ditangkap.
Total 35 pelajar kini berada di tangan aparat untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain penangkapan, pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa tiga celurit dan satu sabuk gir, yang diduga digunakan sebagai senjata dalam aksi tawuran tersebut.
Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan, menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap para pelajar.
"Kita harus memberikan pembinaan yang intensif agar perilaku kekerasan seperti ini tidak berulang. Orang tua juga harus lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah," ujar Erwin Irawan dalam keterangannya kepada pers.
Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bandar Lampung, Adjie Surahman, mengutuk keras tindakan tawuran tersebut.
Ia menyatakan bahwa penggunaan senjata tajam dalam tawuran menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi sudah melampaui kenakalan remaja biasa.
"Kita harus mendorong dialog dan pendekatan yang lebih dewasa untuk menyelesaikan konflik di kalangan pelajar. Tindakan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan justru menambah resiko keselamatan bersama," tegas Adjie.
Artikel Terkait
Seleksi SIP Angkatan 54 2025: Dari 161 Peserta, 50 Terpilih
Menteri P2MI Karding Sebut BLK-LN Palu, Solusi Inovatif Atasi Pengangguran
Kemenkumham Buat Konten Hak Cipta, Agnez Mo Ungkap Rahasia Sistem Royalti Global
Keamanan Ala Hollywood, Aplikasi Bodyguard Canggih Kini Hadir di New York
Video Viral Kecelakaan Tol Cipularang: Muatan ATK Berserakan, Dua Minibus Terdampak